789 Nakes Terpapar Covid-19 Saat Tangani Korban Gempa Sulbar

789-nakes-terpapar-covid-19-saat-tangani-korban-gempa-sulbar-1

PENGANTARA Ketua MPR RI Lestari Moerdijat berharap pemangku kepentingan segera merespons laporan yang menyebut adanya ratusan tenaga kesehatan terpapar Covid-19 zaman bertugas menangani gempa di Mamuju, Sulawesi Barat.

Tetap menyatakan hal itu Kamis (11/2), menindaklanjuti pernyataan Tri Maharani, aparat emergency medical team dari Ikatan Dokter Indonesia, pada diskusi daring bertema Mitigasi Bencana di Periode Pandemi, yang digelar Forum Pembahasan Denpasar 12, kemarin.

Tri Maharani mengungkapkan 789 tenaga kesehatan yang bertugas menolong objek gempa di Mamuju, Sulawesi Barat terpapar Covid-19. Dia berharap, para-para pemangku kepentingan dapat memberi pelestarian yang layak terhadap para gaya kesehatan di kawasan bencana pada masa pandemi.

“Pertambahan ratusan tenaga kesehatan yang terpapar Covid-19 di lokasi bencana pada Mamuju, Sulbar sangat memprihatinkan. Belum lagi kondisi para relawan. Hamba berharap ada upaya yang cepat untuk mencegah penyebaran virus korona yang meluas di kawasan bencana, ” ungkap Tri Maharani.

Menurut Tri, untuk menghadapi kondisi bencana di masa pandemi perlu dirancang strategi jangka pendek dalam pencegahan penularan Covid-19 di lokasi terjadinya bencana. Menyikapi peristiwa itu, Rerie, sapaan akrab Tetap berharap, para pemangku kepentingan cepat mengambil langkah strategis untuk melindungi tenaga kesehatan dan relawan lantaran ancaman paparan Covid-19 di medan bencana.

Apalagi, sahih Rerie, sapaan akrab Lestari, keterangan alinea ke-4 Pembukaan UUD 1945 menyebutkan bahwa salah satu bahan bernegara kita adalah melindungi semesta bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia.

Patuh Tsunami & Disaster Mitigation Research Center Universitas Syah Kuala, Ichsan petaka yang datang bersamaan secara pandemi di Indonesia menuntut sebesar perbaikan.

mengucapkan juga: BNPB Inisiasi Pengaktifan Desk Relawan Penanganan Gempa Sulbar

Perbaikan itu, kurun lain dalam bentuk perbaikan kecendekiaan disaster management, review analisis efek bencana-bencana yang terjadi, integrasi pola peringatan dini dengan sistem emergency bidang kesehatan, kesiapan sistem logistik dan pengembangan relawan berbasis komunitas. (OL-3)

Related Post