Aspek Kesehatan Ibukota Negara

PRESIDEN Joko Widodo pada 10 Maret 2022 telah melantik pemimpin Otoritas Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara. Memang banyak aspek dari IKN baru ini yang dibahas. Ada juga rencana pendirian berbagai arsitektur bangunan, lingkungan sekitar kota, bahkan fasilitas jalan menuju ibu kota baru. Mengingat aspek kesehatan merupakan bagian yang sangat penting dalam kehidupan sebuah kota, tentunya pihak-pihak terkait juga akan sangat memperhatikan bagaimana rencana kesehatan masyarakat disusun dan diterapkan pada IKN Nusantara ke depan.

Delapan aspek dan lima langkah

Menurut halaman Forum Ekonomi Dunia Juni 2021, ada delapan aspek yang perlu diperhatikan dalam pembentukan kota sehat. Pertama, aspek sanitasi yang menjamin ketersediaan air bersih dan pelaksanaan higiene dan sanitasi yang baik di seluruh pelosok kota. Kedua, fasilitas aktivitas fisik yang mengedepankan pola hidup tidak berpindah-pindah, tidak menghabiskan waktu terlalu lama dan memberikan fasilitas bagi orang untuk beraktivitas, serta melakukan aktivitas fisik yang memadai sehingga menghasilkan kebugaran jasmani.

Ketiga, nutrisi. Harus ada berbagai jenis makanan dengan kalori yang cukup dan kaya nutrisi Nutrisi esensial tercukupi agar tidak terjadi gangguan nutrisi, termasuk mencegah obesitas dan diabetes. Keempat, aspek istirahat, agar warga kota memiliki kesempatan untuk tidur, istirahat, dan bersantai secara teratur dan wajar. Kelima tentang ketahanan emosional (ketahanan emosional) yang memungkinkan penduduk kota untuk meningkatkan kemampuan mereka menghadapi stres dalam hidup.

Keenam, spiritualitas, baik tentang agama maupun aspek sosial yang memungkinkan warga kota hidup bermakna dengan warga kota lainnya. Ketujuh, aspek lingkungan dan kesejahteraan sosial, yang meliputi tersedianya lingkungan hijau yang sehat dan aman. Penduduk kota dapat hidup rukun baik antar penduduk maupun dengan lingkungan sekitarnya. Kedelapan, tentang pekerjaan dan penghasilan finansial. Kota perlu menyediakan situasi yang memungkinkan warganya memenuhi kebutuhannya dengan baik.

Di halaman Breezometer ada artikel yang berjudul Cara Membuat Kota Sehat dalam 5 Langkah yang Dapat Dicapai, menyampaikan lima langkah yang diperlukan untuk membangun kota sehat, yang beberapa di antaranya tentunya juga sudah masuk dalam perencanaan IKN. Langkah pertama adalah memilih energi bersih (pilih energi bersih), dengan mengganti energi yang mencemari lingkungan dengan energi terbarukan seperti sinar matahari, angin, dan transportasi listrik. Untuk itu perlu diciptakan kota hijau yang ramah lingkungan (ramah lingkungan) secara berkelanjutan.

Langkah kedua adalah ketersediaan transportasi umum yang baik. Ini akan membatasi kepadatan transportasi di jalan, mengurangi polusi, dan membuat lingkungan lebih sehat. Langkah ketiga adalah berinvestasi dalam kesehatan digital (kesehatan digital). Dengan langkah ini, warga kota dapat memantau situasi kesehatan mereka sendiri melalui aplikasi digital dan jika diperlukan, tentu saja dapat memanfaatkan pendekatan ini pengobatan jarak jauh. Frekuensi dan durasi kunjungan ke poliklinik rumah sakit akan lebih terkontrol secara optimal. Berbagai fasilitas kesehatan digital sudah menjadi bagian dari kehidupan kita, saat ini sudah mulai dan akan meningkat di tahun-tahun mendatang.

Langkah keempat adalah mengimplementasikan Internet untuk segala (IoT) yang akan sangat berpengaruh pada bidang kesehatan. Dalam hal ini, berbagai bentuk implementasi IoT antara lain pembuangan sampah yang dapat dilacak dengan sensor untuk pengendalian kebisingan di kota-kota seperti: sensor saluran kebisingan di seluruh kota. Selain itu, pemanfaatan IoT bisa untuk pengendalian pencemaran lingkungan.

Penggunaan IoT tentunya akan berkaitan dengan konsep umum kota pintar (smart city).kota Pintar) yang sekarang banyak diadopsi dan juga akan berpengaruh pada status kesehatan penduduk kota. Langkah kelima adalah terus memantau tingkat polusi udara di kota. Akan lebih baik jika pemantauan Hal ini dilakukan secara aktif juga oleh warga kota, yang dapat mengelola sensor polusi udara di wilayahnya masing-masing. Masyarakat perlu dididik tentang apa yang dapat dilakukan untuk mencegah, menganalisis data, dan mengatasi polusi udara di kota.

Penyakit menular

Kita tahu bahwa IKN akan dibangun di pulau Kalimantan yang selain memiliki pola epidemiologi tertentu juga terkenal dengan hutan dan kehidupannya. Oleh karena itu, dalam aspek kesehatan terkait penyakit menular, setidaknya ada tiga hal yang perlu mendapat perhatian; pertama, tentang berbagai vektor yang sudah ada di habitat lokal, termasuk di hutan sekitar. Kita tahu bahwa ada berbagai penyakit yang ditularkan melalui vektor (penyakit tular vektor), dan ada juga penyakit menular yang berhubungan dengan hewan yang kita kenal sebagai zoonosis.

Menurut WHO penyakit yang ditularkan melalui vektor menyumbang lebih dari 17% penyakit menular di dunia dan menyebabkan lebih dari 700 ribu kematian setiap tahunnya di dunia. Salah satu contohnya adalah malaria, infeksi parasit yang ditularkan oleh nyamuk Anopheles. Diperkirakan terdapat sekitar 219 juta kasus malaria di dunia dan lebih dari 400 ribu kematian di dunia setiap tahunnya. Contoh lain dari penyakit yang ditularkan melalui vektor adalah demam berdarah, penyakit virus yang disebarkan oleh nyamuk nyamuk. Diperkirakan ada lebih dari 3,9 miliar orang di lebih dari 129 negara yang berisiko terinfeksi DBD, dan di dunia diperkirakan ada 96 juta kasus dengan gejala dan sekitar 40 ribu kematian di dunia setiap tahunnya.

Tentu masih ada berbagai penyakit tular vektor lainnya. Sama seperti nyamuk yang dapat menularkan demam chikungunya, demam virus zika, demam kuning, demam nil baratdan ensefalitis jepang, tentu saja tidak semua di negara kita. Yang jelas untuk itu perlu dilakukan analisis mendalam terhadap aspek vektor dan kemungkinan sumber penyakit hewan di lokasi IKN Nusantara.

Hal kedua adalah perubahan lingkungan yang mungkin terjadi akibat dibukanya IKN Nusantara. Hal ini juga dapat diantisipasi sejak awal dengan studi lingkungan dan dampaknya terhadap pola penyakit menular.

Perubahan lingkungan di hutan juga sedikit banyak akan mempengaruhi kehidupan vektor dan hewan yang menularkan penyakit seperti yang telah dibahas di atas. Hal ketiga tentunya perlu dikaji tentang penyakit apa saja yang endemik di wilayah IKN Nusantara dan sekitarnya, lengkap dengan pola peningkatan kasus dalam beberapa tahun terakhir, pada bulan atau musim apa biasanya kasus meningkat dan seterusnya.

Data retrospektif ini sangat penting. Mulai saat ini, secara prospektif, proses surveilans dengan pendataan yang berkesinambungan dan respon yang tepat sangat penting, sementara proses fisik pembangunan kota-kota IKN terus berjalan. Dengan pendataan dan surveilans yang intensif, kemungkinan penyakit menular yang mungkin terjadi di masa mendatang dapat diantisipasi atau diminimalisir dampaknya. Selain itu, mengingat dari waktu ke waktu dunia memang menghadapi pandemi, bukan tidak mungkin di masa depan akan ada pandemi lagi. Oleh karena itu, IKN baru ini tentunya akan dibangun dengan prinsip resiliensi terhadap pandemi, kota tangguh pandemi.

Related Post