Atur Alasan Anda Melawan Imajinasi Kemewahan ala Crazy Rich

Siapa yang mau hidup sebagai orang miskin? Pasti banyak yang ingin kaya hingga tujuh generasi. Sangat mudah bagi orang muda untuk mengendur, tua kaya dan kaya, mati dan pergi ke surga. Siapa yang tidak menginginkan itu?

Tidak ada aturan yang melarang kita menjadi orang kaya. Pertanyaannya, bagaimana caranya agar kita menjadi orang kaya? Itu baru susunannya. Saat ini kita mengenal istilah crazy rich, sebutan untuk orang yang super kaya karena sukses berbisnis sehingga memiliki berbagai fasilitas dan aset.

Belum lagi isi tabungan yang kebanyakan orang hanya bisa bayangkan. Maklum, isi rekening mereka berjumlah miliaran rupiah. Singkatnya, orang kaya yang gila adalah orang yang praktis tidak lagi berada di bumi melainkan di surga.

Istilah orang kaya yang gila mulai bergema di masyarakat setelah kemunculan buku berjudul Crazy Rich Asians pada tahun 2013. Tak terbendung lagi ketika pada tahun 2018, buku tersebut diangkat ke layar lebar.

Publik terperangah ketika media sosial begitu riuh ketika sejumlah anak muda yang basis bisnisnya tidak diketahui tiba-tiba muncul dalam sekejap. Mobil super mahal, liburan mewah, rumah mewah yang terkadang hanya ada di negeri dongeng. Belum lagi tindakan orang-orang yang memamerkan kekayaannya, seolah-olah hidup hanyalah tumpukan uang.

Betapa tidak, Indra Kesuma atau yang akrab disapa Indra Kenz menceritakan kisahnya di akun media sosial miliknya. Pemuda asal Medan, Sumatera Utara ini pernah bercerita kepada saya bahwa ia membeli mobil seharga miliaran rupiah hanya karena pada pukul 03.00 dini hari ia merasa pusing, istilah anak zaman sekarang merujuk pada bingung karena tidak ada pekerjaan.

Yang membuat orang terperangah, ia hanya menyebut harganya ‘wah murah banget’. Rasanya ingin menangis mendengar barang bernilai miliaran rupiah itu dikatakan murah. Karena banyak orang perlu mendapatkan mobil untuk satu juta orang, yang biayanya Rp. 120 juta, dalam lima tahun dicicil. Belum lagi ungkapan yang dianggap merugikan banyak orang, bahwa terlahir miskin adalah sebuah keistimewaan.

Dressing lainnya adalah aksi sosial yang kemudian diunggah ke media sosial untuk menunjukkan bahwa mereka tidak hanya kaya harta, tapi juga kaya hati. Terbukti dengan mudahnya mereka memberikan uang ratusan ribu rupiah kepada banyak tukang ojek online yang nongkrong. Belum lagi saat memberikan donasi ke berbagai pihak yang nilainya sungguh fantastis. Apakah itu salah? Ya, itu tidak salah. Waktu ketika orang ingin beramal dianggap terlalu mengada-ada.

Pelan tapi pasti banyak orang mulai menonjolkan sikap hedonistik orang kaya yang gila. Kalau saja bukan untuk menebar omong kosong, mungkin orang akan angkat topi atas segala aktivitasnya. Namun ketika tanpa sadar terucap kata-kata yang dianggap meremehkan orang lain, saat itulah banyak yang mulai menggali asal usul kekayaannya.

Bayangkan saja, ketika usianya belum mencapai 25 tahun tetapi sudah memiliki harta yang fantastis. Tentu orang akan bertanya, apa bisnisnya? Bisakah Anda memberi tahu saya rahasianya? Hanya Anda yang bisa kaya, kami sangat ingin seperti Anda. Nah, untuk menjawab semua keinginan banyak orang, orang kaya yang gila ini mulai membuka dapur yang menjadi mesin uang mereka. Jangan berinvestasi. Kurang lebih begitulah jawaban singkatnya.

Jadi berbondong-bondong orang yang ingin mendapatkan uang dengan senang hati menyetor uang melalui aplikasi besutan orang kaya gila ini. Di sinilah pil pahit sebenarnya dimulai.

Publik sontak terperangah saat Indra Kenz ditangkap polisi karena diduga melakukan pencucian uang. Belum lagi setelah kabar Indra Kenz ditangkap polisi, kabar terbaru Crazy Rich asal Bandung, Jawa Barat, Doni Muhamad Taufik alias Doni Salmanan mengikuti jejak rekannya ke tahanan polisi atas dugaan serupa.

Indra dan Doni, suka atau tidak suka, telah memberi kami banyak pelajaran. Fenomena orang kaya yang gila telah menciptakan imajinasi kemewahan bagi banyak orang. Mereka memanfaatkan sifat banyak orang Indonesia yang ingin tahu seperti apa kemewahan mereka, atau selebriti lainnya. Gaya hidupnya, mobilnya, makanannya, rumahnya, liburannya, hingga isi akunnya. Singkatnya, sangat keren.

Media sosial dan televisi telah berkontribusi untuk menciptakan orang-orang dengan keinginan yang kaya dengan cara apa pun. Kita bisa melihat hampir setiap hari disuguhi pertunjukan yang menebar kemewahan.

Menurut Guru Besar Ilmu Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, Rhenald Kasali, orang kaya yang gila pamer saja. Mereka melakukan flexing, sebuah pola pemasaran dengan memamerkan kekayaannya, meski sebenarnya mereka bukan orang kaya. Melenturkan adalah hal yang lumrah dalam kehidupan bermasyarakat.

Dalam akun Youtube-nya, pendiri Yayasan Rumah Perubahan mengungkapkan istilah jeritan kemiskinan tetapi bisikan kekayaan. Artinya, orang kaya sebenarnya tidak suka pamer dan justru menginginkan privasi. Orang kaya tidak berisik, bisik. Bahkan mereka malu membicarakan kekayaan.

Dalam teori perilaku konsumen ada yang namanya konsumsi mencolok atau konsumsi yang sengaja diperlihatkan kepada orang-orang. Rhenald mengatakan itu banyak digunakan untuk pemasaran. Jadi cara melenturkan adalah pemasaran untuk membangun kepercayaan pada pelanggan, akhirnya dia percaya dan menaruh uangnya.

Kini Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) telah memblokir 121 akun terkait dugaan praktik investasi curang oleh sejumlah pihak, seperti afiliasi binary options. Jumlahnya sungguh luar biasa, hampir Rp. 355 Milyar, jika mengacu pada penjelasan Kepala PPATK Ivan Yustiavandana, Kamis 10 Maret 2022.

Jumlah tersebut tak hanya terkait dengan dua Crazy Rich yang menjadi tersangka, melainkan dari berbagai macam penipuan investasi, aplikasi layanan keuangan, dan lain sebagainya.

Pemblokiran 121 akun terkait dugaan praktik investasi curang diharapkan menyadarkan masyarakat bahwa banyak penampilan mewah hanyalah kulit luar.

Intinya, ketika ada tawaran investasi dengan keuntungan yang tidak masuk akal, sebaiknya jangan langsung terjun ke dalamnya. Pikirkan dengan jernih, bahwa tidak ada kekayaan yang datang hanya dalam satu malam. Semua butuh proses dan pengorbanan. Penawaran keuntungan instan harus dicurigai sebagai penipuan.

Indra Kenz dan Doni Salmanan menjadi tersangka kasus dugaan penipuan binary options. Indra, tersandung kasus penipuan berkedok investasi opsi biner Binomo. Sementara itu, Doni menjadi tersangka kasus penipuan investasi binary options di aplikasi Quotex. Tujuan mereka adalah untuk mengambil uang sebanyak-banyaknya dari masyarakat dengan metode transaksi perdagangan, sehingga jika terjadi kerugian dapat dianggap sebagai kerugian transaksi. Begitu tegas Ivan.

Hiduplah dengan normal, tanpa perlu menipu orang lain. Hasil yang didapat dari penipuan juga tidak bertahan lama bahkan jauh dari berkah.

Di sisi lain, kehadiran negara sangat diperlukan. Mendidik warganya. Mendidik masyarakat merupakan suatu keniscayaan dan harus dilakukan secara terus menerus. Jangan sampai saat ada kejadian, baru negara pindah. Masyarakat mengalami masa sulit. Mulai dari kondisi kelangkaan minyak goreng, harga gas yang tinggi, dan masih banyak lagi. Apalagi sekarang dengan penambahan Binomo dan Quotex seperti ini. Masih banyak lagi instrumen keuangan yang curang dan negara harus hadir untuk melacaknya.

Cepatnya tindakan aparat penegak hukum khususnya kepolisian dalam menangani kasus ini patut diacungi jempol. Ini adalah kasus besar. Saya yakin polisi tidak akan lengah. Apalagi masalah ini telah merugikan banyak pihak. Dan tentunya masyarakat akan terus memantau dan mengawasi.

Related Post