Aturan Kesehatan Sektor Transportasi Diperketat

Aturan Kesehatan Sektor Transportasi Diperketat

PEMPROV Kalimantan Selatan memperketat implementasi protokol kesehatan di sektor transportasi umum di wilayah tersebut. Pandemi virus korona menyebabkan terpuruknya ekonomi daerah dan munculnya permasalahan sosial di tengah masyarakat. Hal tersebut dikemukakan Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor, Rabu (17/6) saat melepas Awak Komunikasi, Informasi dan Edukasi (KIE) yang akan bertugas di provinsi Banjarmasin.

“Pandemi virus korona terus berlangsung bahkan total penyebaran di Kalsel salah kepala tertinggi di Indonesia. Berbagai upaya terus kita lakukan termasuk memperketat protokol kesehatan baik pada kesibukan sosial dan ekonomi seperti perkampungan dan pasar. Kita menerapkan protokol kesehatan pada sektor transportasi, ” tegasnya.

Menurut gubernur keberhasilan memutus rantai penyebaran virus korona sangat tergantung pada kedisiplinan dan gotong royong semua pihak baik pemerintah, swasta dan asosiasi itu sendiri. Ditambahkan gubernur pihaknya melalui Gugus Tugas Percepatan Penanganan Virus Korona juga telah membentuk Kampung Tangguh di 13 kabupaten/kota guna memutus rantai penyebaran virus korona di tengah masyarakat.

Pada kesempatan tersebut Pemprov Kalsel juga menerima paket sandaran dari Kementerian Perdagangan terkait pengerjaan covid berupa ribuan APD, masker, hand sanitizer, sabun kesehatan dan minyak goreng. Selain itu pelimpahan bantuan dua unit Ventilator sebab PT Astra senilai Rp900 juta.

baca juga: Pasar Tradisional Dibuka, Pedagang-Pembeli Terlepas Kedok

Tengah Juru Bicara Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Virus Korona Kalsel, Muslim mengatakan hingga Rabu (17/6) siang jumlah kasus positif virus korona di Kalsel sudah mencapai angka 2. 123 kasus.

“Ada penambahan 171 kasus nyata sehingga total warga yang terpapar virus korona sebanyak 2. 123 kasus, ” tuturnya.

Tercatat sebanyak 135 orang meninggal dunia akibat virus korona. Bertambah jauh dikatakan Muslim selain pandemi virus korona pihaknya juga mewaspadai ancaman penyakit malaria dan hangat berdarah yang setiap tahunnya selalu banyak memakan korban jiwa. (OL-3)

Related Post