Bank BJB Gunakan Dana Simpanan Pemerintah buat Pemulihan Ekonomi

Bank BJB Gunakan Dana Simpanan Pemerintah buat Pemulihan Ekonomi

BANK BJB secara resmi ditunjuk oleh pemerintah sentral menjadi salah satu bank penyambut simpanan dana pemerintah. Penyimpanan pemberian di perusahaan merupakan bentuk pertolongan dari pemerintah agar Bank BJB dapat melaksanakan dengan sebaik-baiknya mandat buat melaksanakan percepatan pemulihan ekonomi nasional.

Direktur Utama Bank BJB Yuddy Renaldi mengatakan, kerja sepadan ini secara simbolis dilakukan mencuaikan penandatanganan perjanjian antara pihaknya dan Direktorat Jenderal Perbendaharaan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Andin Hadyanto dan disaksikan Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani dan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, di Gedung Djuanda I Kementerian Keuangan, Jakarta Senin (27/7).

Menurut Yuddy, langkah penempatan uang ini dilakukan berdasarkan Peraturan Kementerian Keuangan Nomor 70/PMK. 05/2020 (PMK 70/2020) tentang Pemindahan Uang Negara Pada Bank Ijmal Dalam Rangka Percepatan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) yang merupakan bagian dari kebijakan dalam penanganan pandemi covid-19.

Yuddy mengatakan, Bank BJB akan menggunakan dana sebesar Rp2, 5 trilun tersebut sesuai peruntukan yang diharapkan. Salah satunya untuk menstimulasi perekonomian lewat penyaluran pembiayaan kepada pelaku usaha, khususnya dengan berskala mikro, kecil dan menengah yang menjadi jantung perekonomian negara.

“Bank BJB akan bergerak cepat untuk melaksanakan amanat dari negara ini. Pada prinsipnya, awak mendukung penuh agenda pemulihan ekonomi nasional yang berorientasi kepada ketenteraman masyarakat, khususnya golongan rentan terdampak krisis. Kami akan menjalankan fungsi intermediasi perbankan sebaik-baiknya sambil tentu memegang teguh prinsip prudential banking, ” kata Yuddy.

Sejauh ini, Yuddy mengatakan Bank BJB sudah menyusun sejumlah rencana kontribusi dalam PEN, termasuk untuk memakai secara optimal penempatan dana pemerintah.

“Bank BJB juga telah secara kontinyu menunjukkan dukungannya kepada pemerintah melalui pelaksanaan-pelaksanaan instruksi pemulihan ekonomi, termasuk dengan mengeluarkan kebijaksanaan relaksasi kredit, fokus pembiayaan kepada UMKM, serta memberikan pelatihan & pendampingan kepada UMKM lewat program-program Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat (PESAT) maupun sejumlah turunannya, ” paparnya.

Simpanan dana pemerintah itu menggunakan mekanisme penempatan dana di deposito dengan suku bunga persis seperti yang diperoleh pemerintah era ditempatkan di Bank Indonesia (BI) yaitu sebesar 80% dari 7- Days Repo Rate . Sesuai dengan ketentuan, dana pemerintah ini tak boleh digunakan buat membeli surat berharga negara (SBN) dan transaksi valuta asing (valas). (BY/OL-09)

Related Post