Baru Melahirkan, PDP di Lamandau Kalteng Meninggal Dunia

Baru Melahirkan, PDP di Lamandau Kalteng Meninggal Dunia

SEORANG perempuan di Kabupaten Lamandau, Kalimantan Sedang, yang berstatus Pasien Dalam Perlindungan (PDP) covid-19 meninggal dunia di Rumah Sakit Umum Daerah Lamandau. Padahal, ia baru saja beranak.

“PDP berjenis kemaluan perempuan yang berprofesi sebagai pokok rumah tangga tersebut merupakan satu-satunya warga Lamandau yang berstatus PDP, almarhumah meninggal pada Selasa (2/6) pukul 15. 45 WIB, ” kata Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Pandemi Covid-19 Kabupaten Lamandau, Hendra Lesmana, di Nanga Bulik, Rabu (3/6).

Almarhumah yang baru saja melahirkan tersebut diketahui merupakan istri dari lupa seorang karyawan perusahaan besar swasta (PBS) perkebunan kelapa sawit yang beroperasi di Kabupaten Lamandau.

Menurut Hendra, almarhumah wafat dunia di RSUD Lamandau dalam masa perawatan dan sedang bersiap untuk dirujuk ke RSUD Tuan Imanuddin Pangkalan Bun guna mendapatkan perawatan lebih lanjut.

“Setelah didapatkan hasil pemeriksaan kesehatan yang bersangkutan mempunyai gejala klinis seperti sesak napas, batuk berdahak kering, serta hasil rontgen mengarah ke pneumonia dengan edema paru. Berdasarkan hasil itulah yang terlibat ditetapkan statusnya sebagai PDP, ” ujar Hendra.

Baca juga: PDP Anak 75 Kasus, Bima Arya Ogah ambil Risiko Aktivasi Sekolah

Diketahui, berdasarkan hasil penelaahan yang dilakukan, almarhumah tidak mempunyai riwayat perjalanan ke daerah endemi covid-19. Petugas kesehatan dari RSUD Lamandau juga telah mengambil sampel swab sebelum almarhumah meninggal.

“Untuk itulah pasien PDP tersebut belum dinyatakan terkonfirmasi membangun covid-19, ” imbuhnya.

Hendra menyampaikan jenazah dimakamkan oleh tim Gugus Tugas Covid-19 dengan protokol penanganan standar Covid-19 pada TPU km 7.

“Untuk diketahui, PDP yang meninggal atas nama Ny E, pasien itu setelah melahirkan prematur di klinik tempat tinggalnya di salah mulia perusahaan swasta di Lamandau, lalu dirujuk ke RSUD Lamandau di Senin (1/ 6) bersama bayinya, ” tuturnya.

Patuh dokter yang menangani, pasien itu mengeluhkan sesak napas kemudian di-rontgen dengan hasil menunjukkan ke ajaran pneumonia dengan edema paru.

“Bayi almarhumah berjenis kelamin laki-laki yang dilahirkan dengan nilai 1, 320 gram akan dirujuk ke RSUD Sultan Imanuddin Sarang Bun, ” pungkas Hendra. (OL-5)

Related Post