Berulah, 106 Napi Asimilasi Ditangkap Teristimewa

Berulah, 106 Napi Asimilasi Ditangkap Teristimewa

POLRI sudah menangkap 106 narapidana penyerapan yang melakukan kembali tindak pidana, mulai dari pencurian kendaraan bermotor (curanmor) sampai penyalahgunaan narkoba.

“Sampai saat ini ada 106 napi asimilasi yang kembali melakukan tindak pidana di 19 wilayah polda, ” kata Kepala Bagian Penerangan Umum Divhumas Polri Kombes Pol. Ahmad Ramadhan dalam Kantor Bareskrim Polri, Jakarta, Selasa (12/5).

Mereka ditangkap polisi karena melakukan lagi kedurjanaan usai keluar dari lapas/rutan melalui program asimilasi dan integrasi sebab Kementerian Hukum dan HAM.

Dari keseluruhan kasus itu, Jawa Tengah dan Sumatera Utara menjadi daerah dengan napi tertinggi melakukan tindak pidana, masing-masing 13 orang napi, disusul Jawa Barat dengan 11 napi. “Angka tertinggi pengulangan tindak pidana oleh napi asimilasi ada di tiga wilayah tersebut, ” katanya.

Selain di tiga wilayah tersebut, para napi juga melakukan tindak pidana di Jawa Timur, D. I. Yogyakarta, DKI Jakarta, Banten, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, dan Kalimantan Selatan.

Tindak pidana yang paling banyak dilakukan para napi penyerapan adalah pencurian dengan pemberatan, penyamunan dengan kekerasan, penyalahgunaan narkoba, pemerasan, dan pencabulan terhadap anak.

Sebelumnya, sebanyak 38. 822 narapidana dan anak telah dikeluarkan dari lembaga pemasyarakatan, rumah tangsi negara, dan lembaga pembinaan istimewa anak untuk mengikuti program penyerapan dan integrasi.

Kebijakan ini sebagai upaya pencegahan & penanggulangan penyebaran Covid-19 di lapas, rutan, dan LPKA. (OL-12)

Related Post