Besar Daerah yang Baru Dilantik Diminta Fokus Tangani Covid-19

kepala-daerah-yang-baru-dilantik-diminta-fokus-tangani-covid-19-1

SEBANYAK 178 bupati dan walikota hasil pemilihan kepala daerah (pilkada) 2020 dilantik, hari tersebut. Kepala daerah yang segar dilantik, diminta memprioritaskan 3 hal dalam penanganan pandemi covid-19.

Di Provinsi Kalimantan Selatan, ada lima bupati dan pengantara bupati serta Wali Praja dan Wakil Walikota dengan dilantik oleh Penjabat Gubernur Kalimantan Selatan Safrizal Z A.

“Pertama program percepatan penanganan Covid-19, agar terus berjalan. Perintah presiden penanganan Covid-19 memerlukan koordinasi dan kerja persis, khususnya dalam rangka memutuskan mata rantai penularan & berabagi dampak yang ditimbulkan pandemi Covid-19. Segera berkoordinasi dengan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkompinda) Kabupaten/Kota, ” ujar Safrizal seusai urusan pelantikan yang disiarkan dengan daring.

Para-para kepala daerah yang dilantik adalah Bupati dan Pengantara Bupati terpilih Kabupaten Desa Bumbu Zairullah Azhar-Muhammad Rusli, Aditya Mufti-Arifin-Wartono dilantik jadi Wali Kota dan Pemangku Wali Kota Banjarbaru. Kemudian Saidi Mansyur-Habib Idrus dilantik sebagai Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Banjar. Orang suci Oktafiandi-Mansyah dilantik sebagai Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Hulu Sungai Tengah serta Abdul Hadi-Supiani yang dilantik sebagai Bupati dan Pemangku Bupati Kabupaten Balangan.

Kedua, kepala wilayah yang baru dilantik diminta untuk meningkatkan program 3 T yakni pemeriksaan pra (testing), pelacakan (tracing), dan perawatan (treatment). Safrizal tahu agenda pemulihan ekonomi, juga menjadi hal penting pada penanganan dampak pandemi Covid-19 antara lain menjaga daya beli masyarakat, ketersediaan bahan pokok, dan peningkatan nilai layanan publik.

Hal ketiga, para kepala daerah perlu memastikan kelancaran vaksinasi Covid-19 sebagai rencana prioritas pemerintah.

“Penuhi sesuai tahapan apalagi kalau perlu lakukan secepat-cepatnya sambil terus menegakkan adat kesehatan secara ketat jadi kurva penambahan kasus pada Kalimantan Selatan akan sanggup ditekan dan kesembuhan meningkat, ” tegas Safrizal.

Baca pula: Novel Minta Perkara Penyiraman Air Keras Lanjut, Polri: ke Propam

Selain penanganan pandemi, bupati dan wali kota yang baru saja dilantik diingatkan untuk melakukan penanganan bencana banjir yang terakhir saja terjadi di Daerah Kalimantan Selatan. Penanganan banjir, tegas Safrizal, menjadi pokok bersama meliputi pemulihan, rekronstruksi, pascabencana banjir, dan pengerjaan pengungsi.

“Perbaiki akurasi data kerusakan kelanjutan banjir secara cermat jadi penanganan masyarakat terdampak bisa tepat sasaran, ” kasar dia.

Ia mengingatkan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memberikan peringatan akan potensi petaka hidrometeorologi bersamaan dengan berlangsungnya musim hujan. Oleh sebab itu, Penjabat Gubernur Kalimantan Selatan meminta kepala kawasan meningkatkan mitigasi dan kesiapsiagaan serta memastikan distribusi bahan dan jasa tidak terkendala saat bencana.

“Juga lakukan program yang dijanjikan saat kampanye, ” tukasnya. (P-5)

Related Post