Eksekusi Rp546 M sudah Tuntas

Eksekusi Rp546 M sudah Tuntas

UANG sitaan yang menjadi bahan bukti dalam kasus korupsi hak tagih (cessie) Bank Bali dipastikan telah masuk ke kas negara. Uang sebesar Rp546 miliar itu dieksekusi dari Bank Permata semenjak 2009.

Wakil Jaksa Agung Setia Untung Arimuladi yang saat itu menjabat sebagai Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Jakarta Daksina kemudian menunjukkan beberapa bukti pendukung, seperti berita acara penyitaan serta surat setoran bukan pajak (SSBP) serta beberapa tautan berita dengan menceritakan pelaksanaan eksekusi itu.

‘’Saya selaku jaksa eksekutor dengan rekan-rekan kejaksaan, kalau memang dianggap bohong, silakan cek di Kemenkeu, ’’ ujarnya dalam wawancara khusus dengan Media Indonesia, kemarin.

Penjelasan secara terperinci disampaikan Setia Untung untuk menanggapi keraguan masyarakat, termasuk mantan Kepala KPK Antasari Azhar, yang mempersoalkan soal eksekusi uang yang tidak sedikit ini. Berikut petikannya.

Bagaimana awalnya kejaksaan mengeksekusi uang senilai Rp546 miliar dalam kasus korupsi Bank Bali?

Pada bulan Juni 2009, saat itu kami masih menjabat sebagai Kepala Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan. Saat tersebut kami menerima putusan peninjauan balik (PK) Mahkamah Agung (MA) kepada Joko Sugiarto Tjandra. Isi dari putusan, selain memerintahkan untuk menghukum Joko Tjandra selama 2 tahun, ada juga penyitaan yang erat dalam putusan, yaitu uang sejumlah kurang lebih Rp546 miliar.

Lalu bagaimana kejaksaan mengeksekusi barang bukti itu?

Pada tanggal 15 Juni 2009, saya selaku Kepala Kejari Jaksel mengeluarkan surat perintah pelaksanaan putusan pengadilan. Putusan PK Nomor 12 tersebut sudah serasi dengan hukum acara pidana. Jaksa selaku eksekutor bertindak sesuai Pasal 287 hukum acara pidana. Kami harus melaksanakan putusan pengadilan berdaya hukum tetap. Saya memerintahkan bagian saya sebagai penuntut umum berjumlah 3 orang. Salah satunya yaitu Sila Pulungan dan kawan-kawan. Awak bekerja berdasarkan surat perintah mahkamah di tahun 2009.

Saat itu di mana letak keberadaan uang Rp546 miliar yang dimaksud?

Uang Rp546 miliar itu disimpan dalam escrow account atau bon bersama (rekber) atas nama rekening Bank Bali nomor 0999. 045197 qq PT Era Giat Prima yang saat itu tersimpan dalam escrow account PT Bank Batu, sesuai berita acara penitipan bahan bukti tertanggal 19 November 1999.

Kapan kejaksaan akhirnya berhasil mengeksekusi uang tersebut?

Senin, 29 Juni 2009, Kejari Jaksel serasi dengan berita acara pelaksanaan putusan pengadilan telah berhasil menarik kekayaan yang tersimpan di escrow account sebesar agak Rp546 miliar. Informasi acara ditandatangani oleh jaksa Etik Pulungan. Disaksikan juga oleh pengaruh hukum PT Bank Permata Prajoto SH MA. Ada pula Eksekutif PT Bank Permata saat itu turut menyaksikan, yakni Herwidayatno.

Bagaimana proses eksekusinya?

Kita membutuhkan waktu dari pagi hingga pukul 19. 00 WIB. Banyak urusan administrasi yang harus diselesaikan. Kekayaan Rp546 miliar bukanlah uang kecil. Artinya, untuk kelas Kejari mampu mengeksekusi uang tersebut merupakan prestasi luar biasa.

Apakah ada kesulitan dalam meng- eksekusi uang tersebut ke dana negara?

Sebab jumlah uangnya banyak, jadi mengungsikan uang yang ada di Bank Permata untuk disetorkan ke Kantor Bank Pembendaharaan Negara Kementerian Keuangan (Kemenkeu) itu melalui proses RTGS (real-time gross settlement). Jadi, tepat kliring secara elektronik. Diterima langsung oleh KPPN Jakarta 5 yang berada langsung di bawah Kemenkeu. Bukti-bukti surat setoran bukan pajak tertanggal 29 Juni 2009 pula lengkap.

Artinya proses eksekusi uang Rp546 miliar ini sudah tuntas?

Iya betul. Artinya sudah tidak ada masalah dengan pelaksanaan eksekusi tersebut karena kita terkuak pada saat eksekusi saat tersebut. Banyak liputan media. Bukti itu bisa dilihat dari tautan-tautan berita yang sudah tayang. Foto aku saat melaksanakan eksekusi sedang diwawancarai oleh salah satu stasiun TV pun ada. Lalu apalagi dengan sekarang diributkan. Jadi, saya telah bekerja secara profesional dan apalagi saya katakan untuk levelnya Kejari saat itu, dapat mengeksekusi kekayaan Rp546 miliar, itu bukanlah peristiwa yang mudah. Sangat luar pokok.

Uang itu telah disetor ke kas negara. Saya selaku jaksa eksekutor dengan rekan-rekan kejaksaan kalau memang dianggap bongak, silakan cek di Kemenkeu. Memeriksa ke Bank Permata karena terbuka sudah meliput saat itu. Jika saya berbohong, hubungannya dengan kedudukan saya. (X-10)

Related Post