empati

MUNGKIN kita umumnya sepakat, dua tahun terakhir adalah masa yang suram. Pandemi COVID-19 telah merenggut tidak hanya kebebasan, tetapi juga orang-orang terdekat kita dalam lingkaran kehidupan kita. Baik orang tua, anak, teman, saudara, saudara, atau keponakan. Ini hari kedua tahun 2022. Kita masih tidak pernah tahu apa yang akan terjadi selanjutnya. Yang pasti, seperti tahun sebelumnya, virus corona masih ada dan membayangi lembaran kehidupan kita.

Di sejumlah negara, terutama di Eropa, varian occiron plus delta yang masih berkeliaran membuat puluhan ribu orang terbaring di ruang perawatan rumah sakit. Menurut catatan kantor berita Prancis AFP, per Selasa (28/2) lalu, ada 6,55 juta kasus dilaporkan secara global selama seminggu terakhir. Angka tersebut selama rentang waktu tersebut merupakan yang tertinggi sejak Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan pandemi pada Maret 2020.

Badan kesehatan dunia juga khawatir varian baru itu akan menimbulkan gelombang penularan baru. Menurut pejabat WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus, jika ini terus berlanjut, kondisi tersebut akan menguras tenaga kesehatan dan menyebabkan sistem kesehatan runtuh. Kita juga tentu ingat ketika varian delta berada pada kondisi terburuknya pada pertengahan tahun lalu, yang menewaskan ribuan orang di Indonesia dan membuat staf rumah sakit dan pemakaman kewalahan.

Covid-19 melalui varian omicron yang kembali mewabah di Eropa telah mendorong pemerintah Prancis untuk kembali mewajibkan warganya yang berusia di atas 11 tahun untuk menggunakan masker di ruang publik setelah mereka dibebaskan dari aktivitasnya tanpa pelindung mulut dan hidung. Pada akhir Desember lalu, Prancis mencatat rekor harian baru lebih dari 200.000 kasus, dua kali lipat jumlah yang tercatat Natal lalu. Di Inggris dan sejumlah negara Eropa lainnya, kondisinya tidak jauh berbeda.

Kejadian ini harus menjadi peringatan sekaligus pelajaran, khususnya bagi kita di Indonesia, untuk tidak pernah meremehkan virus, apapun variannya. Jangan pernah lengah dalam menjalankan protokol kesehatan. Kenakan masker dengan baik dan benar, terutama di ruang publik. Sebisa mungkin jangan bepergian ke luar negeri terlebih dahulu jika tidak terlalu penting. Apalagi hanya liburan yang hanya akan dipamerkan di Instagram. Ingat, varian omikron adalah ‘barang impor’. Anda berpotensi menjadi pembawa varian itu ke negara ini dan menyulitkan orang lain.

Pandemi yang terjadi dalam dua tahun terakhir telah memporak-porandakan semua lini. Itu membuat segalanya menjadi sulit. Mulai dari pengusaha, buruh, tukang ojol, pedagang sayur, hingga pedagang Kali Lima. Di tengah krisis ini yang dibutuhkan adalah simpati dan empati, bukan hanya mementingkan diri sendiri. Apalagi mencari untung di tengah kesulitan orang lain. Ingat, di tengah segala keterbatasan ini, masih banyak yang harus berjuang dan memastikan kita tetap hidup, seperti pemulung, penjual sayur keliling, kurir pengantar makanan, dan petugas kesehatan. Hargai profesi dan perjuangan mereka meski dengan penghasilan kecil.

Saat ini, dunia sedang tidak baik-baik saja. Namun, yang paling penting adalah memastikan bahwa tubuh dan jiwa kita tetap terjaga. Selamat Tahun Baru. Salam untuk kita semua.

Tags:

Related Post

PendapatPendapat

<p> BUKAN rahasia umum bahwa Bayern Muenchen dan Borussia Dortmund ialah musuh bebuyutan. Persis sesuai Real Madrid dan Barcelona di La Liga Spanyol, begitulah dua klub