Euforia Beraktivitas Kerja Berbuah Lonjakan Kejadian Covid-19

Euforia Beraktivitas Kerja Berbuah Lonjakan Kejadian Covid-19

SEJAK 8 Juni perkantoran di DKI Jakarta jalan kembali saat pembatasan sosial berskala besar (PSBB) masa transisi. Lonjakan kasus covid-19 semakin naik tiap harinya sampai saat ini yang menembus 18. 230 kasus.

Wakil Gubernur DKI Ahmad Riza Patria menyebut memang semasa tiga bulan PSBB kejenuhan klub tak terbendung dengan berada dalam rumah. Adanya dilonggarkanya aktivitas justru mendatangkan klaster baru dari perkantoran.

“Ada kejenuhan di masyarakat yang bosan. Lalu ada euforia keluar rumah. Memang kurang hari ini ada klaster segar di perkantoran, ” ungkap Riza di Gedung Balai Kota Jakarta, Jumat (24/7).

Kerawanan pencabutan izin operasional perusahaan dilontarkan Riza kepada pengelola yang melalaikan protokol seperti pembatasan jumlah pegawai 50%.

DKI memiliki rekor empat hari berturut-turut penggandaan kasus positif covid-19 sejak (20/7) hingga (23/7). Pada Selasa (21/7) dari total 1. 655 peristiwa baru, DKI mencapai 433 peristiwa baru tertinggi dari daerah lain. Bukan sebuah prestasi yang dibanggakan.

“Jangan sampai kita baru sadar ketika anggota keluarga kita, di depan mata kita liat setiap hari ada yang meninggal, dikubur. Bagaimana tidak, pasti sedih kan? Tidak bisa mengikuti memandikan, mengafani dan sebagainya. Awak minta semua patuh dan peraturan, ” pungkas Ketua DPP Gerindra itu.

Kepala Jawatan Tenaga Kerja dan Transmigrasi DKI Jakarta Andri Yansah menegaskan untuk perkantoran yang terpapar covid-19 kudu tutup sementara.

Bertemu dengan protokol covid-19, pekerjaharus diliburkan atau tidak boleh masuk ke kantor itu selama 14 keadaan berturut-turut. Pegawai tersebut tidak dapat dilakukan PHK dan hak-haknya kudu tetap dibayarkan.

“Selama tiga hari perkantoran itu kudu dipastikan dalam keadaan steril mematok harus dilakukan penyemprotan desinfektan tiga hari berturut turut. Baru hari keempat bisa digunakan tetapi yang terpapar dan yang ditracing tidak boleh masuk selmaa 14 hari, ” pungkas Andri. (OL-4)

Related Post