Ini Aturan Restoran, Kafe dan Pernikahan di Jakarta Selama PPKM

PEMPROV DKI Jakarta telah melakukan PSBB ketat jilid 3 mulai hari ini sampai dengan 25 Januari mendatang.

Penerapan ini menyusul arahan pemerintah induk yang meminta agar daerah-daerah pada Jawa dan Bali yang mempunyai laju penambahan kasus covid-19 tinggi agar menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) selama periode 11-25 Januari untuk mengendalikan penyebaran kasus covid-19.

Pelaksana Perintah Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Gumilar Ekalaya diketahui telah menandatangani Surat Keputusan (SK) Kadis Pariwisata dan Ekonomi Kreatif No 16 tahun 2021 tentang Pemberlakuan Kapasitasn dan Jam Operasional Pada Daerah Usaha Pariwisata Dalam Rangka Wisata PSBB.

“Ya benar, SK tersebut sudah terbit, ” kata Kepala Bidang Industri Turisme Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif DKI Jakarta Bambang Ismadi saat dikonfirmasi Media Indonesia, Senin (11/1).

Baca juga: PSBB, Kapolda Metro Jaya dan Pangdam Jaya Berkantor di Polsek

Dalam SK tersebut, Biro Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Parekraf) DKI Jakarta menetapkan bahwa restoran/kafe/rumah makan, salon, golf, seminar/pertemuan di hotel, objek pariwisata, pusat kebaikan, resepsi pernikahan, hingga bioskop hanya boleh beroperasi sampai pukul 19. 00 WIB.

Hukum ini juga berlaku bagi daya billiard, seluncur, dan bowling dengan memiliki izin.

Tengah untuk kapasitas pengunjung keseluruhan adalah 25% tanpa terkecuali. Untuk restoran/rumah makan yang memiliki layanan suruhan antar 24 jam tetap diperbolehkan beroperasi.

Di tepi itu, untuk akad pernikahan pada hotel maupun aula gedung hanya boleh dihadiri oleh 30 karakter termasuk kedua pengantin.

Sementara untuk resepsi pernikahan, Biro Parekraf DKI Jakarta menetapkan daya tamu hanya boleh 25% lantaran total kapasitas maksimal ruangan. (OL-2)

Related Post