Ini lah Khasiat Kalung Antivirus Menurut Kepala Balitbang Kementan

Ini lah Khasiat Kalung Antivirus Menurut Kepala Balitbang Kementan

KEMENTERIAN Pertanian akan memperbanyak atau memproduksi masal anti virus berbasis eucalyptus. Kepala Badan Litbang Pertanian, Fadjry Djufry mengatakan langkah ini ditujukan jadi bagian dari ikhtiar pemerintah serta masyarakat Indonesia dalam menyikapi pandemi covid yang tengah mewabah.

Langkah ini juga diharapkan dapat menjadi bagian dari jalan pemerintah untuk menghargai dan menanggung karya anak bangsa. “Para peneliti di Balitbangtan ini juga periode dari anak bangsa. Mereka berupaya keras menghasilkan sesuatu yang berguna untuk bangsanya. Semoga hal tersebut mampu menjadi penemuan baik dengan berguna bagi kita semua, ” jelas Fadjry di Bogor Jawa Barat, kemarin.

Eucalyptus selama ini dikenal mampu berlaku melegakan saluran pernapasan. Kemudian menghilangkan lendir, pengusir serangga, disinfektan luka, penghilang nyeri, mengurangi mual, & mencegah penyakit mulut.

Menurut Fadjry, minyak atsiri eucalyptus citridora dapat menginaktivasi virus avian influenza (flu burung) subtipe H5N1, gammacorona virus, dan betacoronavirus, sehingga mempunyai kemampuan antivirus.

Penemuan tersebut sebelumnya melalui uji molecular docking dan uji in vitro di Laboratorium Balitbangtan.

Dia menjelaskan, penelitian eucalyptus dilakukan di laboratorium keselamatan ilmu makhluk hidup level 3 atau biosavety kelas 3 (BSL 3) milik Balairung Besar Penelitian Veteriner.

Kementan pun sudah melakukan penelitan sejak 30 tahun lalu & tak asing dalam menguji kelompok virus corona seperti influenza, beta corona dan gamma corona.

“Setelah kita uji ternyata Eucalyptus sp. yang kita uji bisa membunuh 80-100 persen virus mulai dari avian influenza mematok virus corona model yang dimanfaatkan. Setelah hasilnya kita lihat indah, kita lanjutkan ke penggunaan nanoteknologi agar kualitas hasil produknya bertambah bagus” bebernya.

Dalam berbagai studi dikatakan, obat itu hanya cukup 5-15 menit diinhalasi akan efektif bekerja sampai ke alveolus. Dalam riset Balingbangtan dengan konsentrasi 1 persen sudah cukup membunuh virus 80-100%.

Bahan aktif utamanya, terdapat di dalam cineol-1, 8 yang memiliki kebaikan sebagai antimikroba dan antivirus melalui mekanisme M pro.

M pro adalah main protease (3CLPro) dari virus corona yang menjadi target potensial dalam penghambatan replikasi virus corona.

Penelitian menunjukkan eucalyptol ini berpotensi mengikat protein M pro jadi menghambat replikasi virus. Manfaat itu dapat terjadi karena 1, 8 cineol dari eucalyptus disebut eucalyptol dapat berinteraksi dengan transient receptor potential ion chanel yang terletak di saluran pernapasan.

Terkait dengan banyaknya keraguan terhadap antivirus ini, Fadjry mengatakan mematok saat ini, banyak negara dengan berlomba-lomba menemukan antivirus corona. Begitu pun di Indonesia. Pemerintah meniti kementerian dan lembaga (K/L) terus mencoba mencari cara dan menjumpai obat untuk mencegah serta mengikhtiarkan virus korona (Covid-19) yang masih mewabah di Indonesia.

“Ini bukan obat oral. Tersebut bukan vaksin. Tapi kita sudah lakukan uji efektivitas. Secara lab. secara kimia kita bisa buktikan, paling tidak ini bagian daripada upaya kita. Minyak eucalyptus itu juga sudah turun menurun digunakan orang dan sampai sekarang tak ada masalah. Sudah puluhan tarikh lalu orang mengenal eucalyptus atau minyak kayu putih. Meskipun berbeda sebenarnya, tetapi masih satu baka hanya beda genus di taksonomi, ” pungkasnya. (OL-4)

Related Post