Kamar Darusman Jangan Bunuh Kreativitas

Kamar Darusman Jangan Bunuh Kreativitas

POLEMIK hak cipta di dunia digital kini disorot, satu antara lain kepemilikan karya musik yang di-cover secara bebas di platform digital Youtube.

Selain memudarnya nama kreator, dampaknya karya tersebut juga dimanfaatkan untuk mengeruk keuntungan personal. Jadi musikus, Candra Darusman, 63, mengucapkan falsafah atau gagasan hak cipta dapat dipandang sebagai keseimbangan kurun individu, yakni pencipta, pemilik eksper rekaman, dan kepentingan umum.

“Monopoli dalam hak membikin itu tidak bersifat absolut ataupun 100%, ada pengecualian, pembatasan dengan perlu dan memang tertera pada undang-undang untuk kepentingan umum jangan sampai diabaikan, ” kata Ketua Federasi Serikat Musisi Indonesia (Fesmi).

Perihal hak membuat dalam cover lagu, ujar Candra, ada berbagai aspek yang perlu diperhatikan selain aspek hukum, bagaikan teknologi dan model bisnis dengan berputar di dunia digital. Laksana, Youtube kini bisa diakses semua lapisan masyarakat dengan mudah.

“Jangan sampai apa yang kita sampaikan ini membunuh kreativitas pokok UU Hak Cipta merupakan harmoni antara kebebasan berkreasi dan tidak melanggar kepentingan individu, ” pungkasnya.

Related Post