Kaum Negara Bagian di India Kembali Terapkan Lockdown

Kaum Negara Bagian di India Kembali Terapkan Lockdown

JELANG pengoperasian new normal , justru negara bagian paling bapet di India, Bihar, menghadapi masalah serius dengan kembali meningkatnya kasus virus korona atau Covid-19. Apalagi jalan-jalan di wilayah Negara Arah Bihar yang berpopulasi 125 juta sudah mulai dipandati kendaraan.

Dalam 24 jam belakang, Negara Bagian Bihar, India yang berbatasan dengan Nepal melaporkan lebih dari 600 orang meninggal akibat Covid-19. Kekhawatiran tersebut telah disampaikan Palang Merah Internasional bahwa bakal terjadi peningkatan kasus Covid-19 yang mengkhawatirkan di kawasan Asia Daksina.

Dengan kembali merebaknya kasus Covid-19, di ‘Negeri Hindustan’ tercatat total mendekati 1 juta kasus Covid-19. Sementara itu, korban meninggal akibat pandemi virus yang berasal dari Kota Wuhan, Hubei, Tiongkok tersebut mendekati 25 seperseribu orang.

Seiring dengan melonjaknya kasus Covid-19 dan kematian yang disebabkan Covid-19, otoritas Negeri Bagian Bihar kembali memberlakukan lockdown selama 15 hari. Tak hanya tersebut, pusat teknologi informasi yakni Praja Banglore yang dihuni 13 juta jiwa juga diberlakukan lockdown .

Pemerintah Bihar menghadapi persoalan masalah kesehatan terutama di daerah perdesaan dengan minim dukungan sarana kesehatan. Tidak mengherankan, jika korban meninggal akibat Covid-19 juga terus bertambah.

Bersamaan dengan penerapan lockdown , semua sekolah, klub malam, kuil, dan usaha yang tidak penting diperintahkan untuk ditutup di Bihar. Namun, kesibukan konstruksi dan pertanian diizinkan untuk melanjutkan.

Transportasi umum dilarang beroperasi, tetapi kendaraan pribadi masih diizinkan untuk beroperasi. Hendak tetapi, jalan-jalan di Kota Patna, ibu kota Negara Bagian Bihar, masih dipenuhi dengan mobil, truk, sepeda, dan becak bermesin.

“Lockdown tidak sepenuhnya diterapkan, ” kata pengusaha Ranjeet Singh. Banyak orang masih berbelanja buat makanan dengan sedikit memperhatikan untuk menerapkan physical distancing dan social distancing .

Negara Bagian Goa, India, kembali menerapkan lockdown selama tiga hari lantaran Kamis (16/7) malam. Selain itu, aparat keamanan setempat akan melegalkan jam malam hingga 10 Agustus 2020. Terjadinya peningkatan kasus pada Goa diduga kuat disebabkan warganya tidak disiplin dalam menerapkan aturan kesehatan untuk mencegah penyebaran Covid-19.

Ketua Menteri Negeri Bagian Goa, Pramod Sawant, mengucapkan terlalu banyak orang yang keluar untuk bertemu dengan banyak orang terutama di pesta. Selain tersebut, tingkat kesadaran dan kepakaan masyarakat untuk menggunakan masker dan menerapkan social dan physical distancing rendah.

“Kami memberi sanksi lebih sejak 40 ribu orang yang didenda karena tidak mengenakan masker, ditambah ada banyak yang ditahan sebab melanggar aturan, tetapi mereka tetap berkeliaran, ” kata Sawant pada media setempat. (AFP/Alarabiya/OL-09)

Related Post