La Liga Ingin Bergulir Setiap Hari

PRESIDEN La Liga Javier Tebas mengungkapkan jadwal baru kala kompetisi kembali bergulir. Ia mengusulkan pertandingan akan digelar setiap keadaan dan setiap tim akan mempunyai jeda selama tiga hari.

Tebas mengusulkan setiap awak bermain dua kali dalam seminggu. Misalnya, ketika satu tim bermain pada Senin, selanjutnya akan bermain laga pada Kamis.

“Usulnya bertujuan menggelar pertandingan setiap hari dalam sepekan. Ini tidak mau menjadi masalah walaupun menggelar perlombaan pada Senin, ” ungkap Tebas, seperti dilansir AS, kemarin.

Tebas berharap bisa melanjutkan kompetisi pada 12 Juni, berbarengan dengan melonggarnya aturan lockdown serta menurunnya jumlah kasus covid-19 di Spanyol. D engan usul itu, Tebang menargetkan kompetisi dapat rampung dalam 29 Juli sesuai dengan pemisah waktu yang ditetapkan UEFA. Setelah itu, UEFA akan melanjutkan Liga Champions dan Liga Europa pada 2 Agustus dan final akan digelar di Istanbul pada 29 Agustus.

“Saya telah mengusulkannya ke federasi sepak bola Spanyol. Beta berharap penggemar La Liga di seluruh dunia dapat menikmati sepak bola papan atas setiap hari di dalam sepekan, ” ungkap Tebas.

Terkait dengan Liga Champions & Liga Europa, Presiden UEFA Aleksander Ceferin mengatakan setidaknya 80% dari bon di Eropa musim ini akan rampung pada Agustus. Ia mengiakan telah memiliki rencana agar perlombaan tak dihentikan secara prematur agar jelas siapa yang berhak hadir di Liga Champions atau Perserikatan Europa.

Bundesliga kini sudah sejalan dengan keinginan Ceferin setelah resmi memulai lagi kompetisi pada akhir pekan lalu. Bayern Muenchen kembali membuka peluang untuk menjagoi Liga Jerman setelah menang 2-0 atas Union Berlin pada Minggu (17/5). Robert Lewandowski dan Benjamin Pavard menjadi penyumbang gol untuk Muenchen.

Glasgow Celtic juara

Glasgow Celtic, kemarin, dinobatkan sebagai juara Liga Utama Skotlandia setelah Liga Sepak Bola Skotlandia (SPFL) memutuskan menghentikan kompetisi musim ini.

Itu menjadi menggelar liga kesembilan secara beruntun, atau gelar ke-51 sepanjang sejarah Celtic yang di klasemen akhir mengoleksi 80 poin, unggul 13 poin daripada Rangers di peringkat kedua. Secara matematis Rangers masih bisa mengejar bayaran poin Celtic mengingat kompetisi masih menyisakan delapan laga. Namun, SPFL mengaku tak realistis menyelesaikan pertarungan musim ini.

Besar Eksekutif Celtic Peter Lawwell mengaku tak bisa menampik ada rasa ketidakpuasan mengakhiri liga dengan cara seolah-olah ini karena tak bisa menuntaskannya dengan para fan. “Kami mempersembahkan gelar ini untuk semua orang yang telah peduli dan seluruh orang yang terkena dampak saat masa-masa sulit ini, ” membuka Lawwell, seperti dilansir dari AFP. (Supersport/R-3)

Related Post