LaNyalla Sampaikan Ketahanan Pangan di Istana

LaNyalla Sampaikan Ketahanan Pangan di Istana

KETUA DPD RI AA LaNyalla Mahmud Mattalitti kembali bertemu empat tanda dengan Presiden RI Joko Widodo di Istana Merdeka, Jakarta. Pertemuan bertajuk rapat konsultasi tersebut berlaku Rabu (13/5) siang.

Dalam pertemuan yang berlangsung dekat satu jam itu, Ketua DPD menyampaikan beberapa masukan strategis terkait ketahanan di sektor kesehatan, daerah pangan dan sektor sosial. Selain juga menyampaikan perlunya dukungan negeri dalam penguatan dan perluasan karakter, tugas dan fungsi DPD MENODAI.

“Intinya saya hanya melakukan penajaman terkait upaya manajer dalam konteks pemulihan ekonomi nasional akibat pandemi Covid-19 ini. Menggunakan tiga ketahanan yang strategis, kesehatan tubuh, pangan dan sosial, ” katanya usai pertemuan.

Terkait ketahanan sektor kesehatan, Ketua DPD menyinggung soal kampus UGM dengan telah berhasil membuat prototipe ventilator yang standar digunakan di kawasan ICU. Sehingga menurutnya, saatnya karya anak bangsa ini diproduksi massal, mengingat harganya yang jauh pada bawah harga internasional.

Sementara terkait ketahanan sektor pangan, LaNyalla meminta pemerintah mengajak preman nasional untuk investasi dengan ragam kemitraan dengan petani, peternak, petambak dan nelayan. “Dengan pola kemitraan, petani terjamin dari sisi simpanan dan teknologi serta serapan buatan panen. Apalagi jika kita mengambil musim kemarau, akan berat untuk petani tanpa mitra, ” urainya.

Ia juga menyenggol ketahanan sosial dengan program sari tenaga kerja di sektor pangan dan konstruksi yang bisa dikerjakan pemerintah dalam menangani badai PHK atau pengangguran terbuka di daerah.

“Semua bisa dihitung, dan sudah ada beberapa mampu yang membuat pemetaannya. Misalnya, rencana hutan industri, dengan luas 200 ribu hektar, dengan biaya APBN Rp 1 trilyun, bisa menggunakan 300 ribu tenaga kerja. Atau di sektor perikanan, dengan APBN Rp. 1, 5 trilyun mampu membuat 1. 000 kapal tangkap dan 10 ribu hektar areal budidaya, ini bisa menyerap 200 ribu tenaga kerja, ” mekar mantan ketua KADIN Jawa Timur ini.

Masih pada pertemuan konsultasi tersebut, LaNyalla pula meminta Presiden Jokowi mendukung metode legislasi tripatrit dalam setiap perbincangan RUU yang terkait dengan kewenangan DPD. Hal ini merujuk pada keputusan Mahkamah Konstitusi yang memperluas dan memperkuat kewenangan DPD MENODAI.

Diungkapkan LaNyalla, sesudah ada putusan MK No. 92/PUU-X/2012 dan No. 79/PUU-XII/2014, seharusnya dikerjakan perubahan terhadap UU MD3 dan UU No. 12 tahun 2011 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-undangan dengan terkait dengan kewenangan DPD RI. “Semua sudah saya sampaikan ke Pak Jokowi, dan alhamdulillah Pemimpin merespon baik, ” pungkasnya. (RO/OL-12)

Related Post

opini-1

PendapatPendapat

<p> BUKAN rahasia umum bahwa Bayern Muenchen dan Borussia Dortmund ialah musuh bebuyutan. Persis sesuai Real Madrid dan Barcelona di La Liga Spanyol, begitulah dua klub