Lewat IPDMIP, Kementan Lakukan Pemberdayaan Petani

DEPARTEMEN Pertanian (Kementan), melalui Awak Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), melaksanakan berbagai kegiatan pemberdayaan bagi petani.

Hal tersebut bertujuan buat meningkatkan produktivitas usaha tani padi di daerah tali air melalui Integrated Participatory Development and Management of Irrigation Projec t (IPDMIP).

Program IPDMIP sendiri mencakup 74 kabupaten yang tersebar pada 16 provinsi dalam Indonesia.

Gajah Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo mengatakan, dengan IPDMIP, pemberdayaan petani dilakukan meniti penguatan penyuluh pertanian.

“Dalam pelaksanaannya, jalan pembelajaran tersebut disampaikan sebab penyuluh kepada petani melalui Sekolah Lapangan dan bervariasi metode penyuluhan lainnya, antaralain demonstrasi alat, penyuluhan antar desa, pertemuan bulanan, pelatihan, dan lainnya, ” ujar Mentan.

IPDMIP pun berhasil meyakinkan petani di dalam hal penerapan teknologi dengan direkomendasikan, seperti teknik bertanam dengan metode jajar legowo yang disempurnakan dengan penggunaan benih berkualitas, pestisida hayati, penerapan teknik pemupukan santun lingkungan, pemupukan berimbang, serta teknik irigasi berselang dan perataan lahan.

“Teknologi yang diterapkan tersebut telah terbukti dalam meningkatkan produktivitas usahatani padi, ” sambungnya.

Besar Badan Penyuluhan dan Perluasan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementan, Dedi Nursyamsi, berharap, melalaikan berbagai kegiatan yang dikembangkan proyek ini akan mendukung tercapainya swasembada beras serta ketahanan pangan nasional.

“Untuk itu, IPDMIP telah membiayai kegiatan dengan terkait dengan rehabilitasi jaringan irigasi baik yang beruang di bawah kewenangan was-was, provinsi maupun kabupaten, perbaikan manajemen operasional dan pelestarian irigasi dan penguatan sistem dan kapasitas kelembagaan irigasi pertanian yang berkelanjutan, ” ujar Dedi dalam keterangannya, Kamis (16/4).

Sedangkan pinjaman dari IFAD ( International Fund for Agricultural Development ), lanjut dia, digunakan untuk membiayai kegiatan dengan terkait dengan peningkatan pendapatan pertanian beririgasi.

Kepala Pusat Penyuluhan BPPSDMP, Leli Nuryati, yang pula Director NPIU ( National Project Implementation Unit ) IPDMIP Kementan, berharap pada tahun 2021 kinerja tim NPIU lebih jalan.

“Untuk tersebut, perlu kolaborasi, kerja serupa dan kedisiplinan semua tim yang telah diberi tanggungan, ” katanya.

Ditambahkan Leli, terkait metode pemupukan berimbang, proyek IPDMIP membekali penyuluh pertanian secara perangkat alat uji desa sawah/rawa (PUTS/R) dan unit uji pupuk (PUP) biar dapat merekomendasikan dosis serta jenis pupuk yang cocok dengan kondisi kesuburan lahan.

“Perangkat uji kesuburan lahan tersebut didistribusikan kepada Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) agar dapat dimanfaatkan oleh penyuluh pertanian dalam merekomendasikan penggunaan pupuk yang tepat sehingga biaya buatan dapat dihemat dan keseimbangan kesuburan lahan dapat aman dengan baik sesuai dengan kondisi kesuburan lahannya per, ” tambahnya.

Sebagai informasi, IPDMIP ialah proyek pemerintah yang dijalankan khusus di daerah tali air dengan tujuan untuk membantu tewujudnya ketahanan pangan melalaikan peningkatan produktivitas dan pendapatan pertanian berkelanjutan di kawasan irigasi.

IPDMIP sebagai sebuah program pembangunan dikelola secara terintegrasi dengan melibatkan peran Kementerian Order Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Kementerian Dalam Negeri, Kementan, dan Bappenas. (RO/OL-09)

Related Post