Mahasiswa Hindu Laporkan Mualaf Memburu-buru Made ke Polisi

KESATUAN Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia (KMHDI) mau melaporkan seorang dosen perguruan tinggi swasta di Jakarta, Memburu-buru Made Darmawati ke Bareskrim Polri, Jakarta, Senin (19/4).

Diketahui, gambar ceramah Made viral di media sosial lantaran menyingkapkan pengalamannya saat menganut agama Hindu, beberapa tahun awut-awutan. Dalam video tersebut, Pengajar Kewirausahaan tersebut dinilai menistakan atau merendahkan ajaran Hindu.

Ketua DPP KMHDI, I Putu Yoga Saputra menyebut pihaknya bakal melaporkan Made terkait prnistaan agama yang dilakukannya.

“Beliau mengatakan bahwa Hindu itu adalah agama yang budi akal. Petunjuk yang diakal-akali kemudian beliau mengatakan juga agama Hindu itu suka mengundang setan melalui sajen, ” terang I Putu, di Bareskrim Polri, Senin (19/4).

Baca juga: Arsul Menimbulkan Paspor Paul Zhang Dicabut

Kemudian, lanjut I Putu, Made selalu mengatakan bahwa Bali tersebut merupakan salah satu tempat setan terbesar di antara Hindia dan Tiongkok.

“Maka, kami laporkan penistaan agama melalui Juncto ke Uu ITE sebab menyebarkan video tersebut, ” paparnya.

Mengenai barang bukti yang dibawa pihaknya, yakni video serta bukti beredarnya video tersebut di sosial media.

Meskipun Made telah minta maaf secara terbuka, namun I Putu bersitegang tetap akan melaporkan dengan bersangkutan.

“Terkait kasus permintaan maaf tentu kami sebagai WNI, umat beragama, khususnya kami agama Hindu, diajarkan memang buat saling memaafkan. Tapi kita mempunyai kewajiban hak pula untuk menegakkan hukum, ” terangnya.

Sebelumnya, Video ceramah Made Darmawati di berbagai platform media sosial viral usai menceritakan pengalamannya saat menganut agama Hindu, beberapa tahun awut-awutan. Kini Desak Made menjelma mualaf, menganut agama islam.

Meski tidak memicu polemik, dosen kewirausahaan tersebut mengaku tak bermaksud menistakan atau merendahkan aliran Hindu.

“Saya tidak bermaksud dan mempunyai niat untuk menistakan serta mengolok-olok agama Hindu serta masyarakat atau umat Hindu. Hal ini disebabkan sekadar karena kelemahan dan kelalaian saya, ” katanya. (OL-4)

Related Post