Maradona versus Pele. Siapa yang Terkemuka Sepanjang Sejarah?

SIAPA persepakbola terbaik di dunia sepanjang kenangan? Saat ini, nama Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo mungkin oleh sebab itu kandidat.

Namun, pada kancah Piala Dunia, turnamen menggampar bola tertinggi sejagat, Messi dan Ronaldo belum pernah menorehkan prestasi terbaik. Keduanya masih jkalah dibanding pencapaian Diego Maradona serta Edson Arantes do Nascimento alias Pele.

Maradona, yang wafat pada usia 60 tahun, Rabu (25/11) dan Pele disebut sebagai pesepakbola terbaik sepanjang sejarah. Namun, siapa yang terbaik diantara itu hingga kini masih jadi perselisihan.

Berikut perbandingan Maradona dan Pele sepanjang keduanya rajin sebagai pemain:

kacau Piala Dunia

Sepanjang sejarah, Maradona baru sekali membawa Argentina menjadi juara yaitu di dalam Piala Dunia 1986. Sedangkan Pele tiga kali membawa Brasil ahli pada 1958, 1962, dan 1970, rekor yang hingga kini belum mampi dipecahkan pesepakbola manapun.

Pele pertama kali hadir di Piala Dunia Swedia 1958 saat masih berumur 17 tahun. Ia mencetak enam gol, besar diantaranya di laga final.

Maradona tampil pertama kali pada Piala Dunia 1982 namun baru mampu membawa Argentina menjelma juara pada Piala Dunia 1986. Pada Piala Dunia 1986 yang berlangsung di Meksiko, nama Maradona dikenal dengan gol Tangan Tuhan saat mengalahkan Inggris 2-1 pada babak perempat final.

– Kostum bernomor 10

Keduanya identik dengan kostum bernomor punggung 10. Pele menggunakannya pada 1956 hingga 1977 & Maradona pada 1976-1997.

Pele dikenal sebagai pemain secara peran sebagai penyerang lubang dengan berdiri di belakang striker. Sepanjang kariernya, Pele telah bermain di 1. 363 laga dan me 1. 281 bersama klub Santos dan New York Cosmos, serta timnas Brasil. Di timnas Brasil, Pele mencetak 77 gol.

Sedangkan Maradona bermain lebih bebas dengan berposisi sebagai playmaker. Dari 692 laga yang dimainkan sepanjang kariernya, Maradona mencetak 345 gol.

– Pemberontak dan panutan

Pele digambarkan sebagai pemain yang suci, bebas dari skandal, dihormati, sportif selama membela Santos (1956-1974) dan New York Cosmos (1975-1977) dan timnas Brasil.

Peristiwa berbeda disematkan kepada Maradona. Pemeran yang pernah membela enam klub sepanjang kariernya itu, mendapat kartu merah pada Piala Dunia 1982, mencetak gol dengan tangannya saat melawan Inggris di Piala Negeri 1986 dan dikirim pulang secara memalukan dari Piala Dunia 1994 setelah gagal dalam tes narkoba. Dia juga menderita kecanduan kokain.

– Persaingan Argentina dan Brasil

Sebagai cerminan dari persaingan sengit dengan antara Argentina dan Brasil, Pele dan Maradona menyatakan diri sebagai pemain terhebat sepanjang masa.

Pele memiliki museum dengan didedikasikan untuk namanya dan menyebut Maradona tidak bisa menjadi petunjuk bagi anak muda karena perkara narkoba.

Pada Piala Dunia 2014, Maradona menggunakan rani klasik Creedence Clearwater Revival berjudul “Bad Moon Rising” untuk mengejek Brasil yang kalah telak 1-7 dari Jerman di babak semifinal. (AFP/R-1)

Related Post