Megapolitan

megapolitan-1

PEMERINTAH Tanah air Jakarta Timur melakukan sejumlah langkah antisipasi guna menghalangi munculnya klaster baru COVID-19 di perkantoran.

Wali Kota Jakarta Timur Muhammad Anwar mengatakan pihaknya telah menyiapkan langkah antisipasi, salah satunya dengan mengimbau kepada perkantoran untuk tak melakukan kegiatan yang memobilisasi banyak orang seperti buka puasa bersama.

“Antisipasi lonjakan kasus COVID-19 di perkantoran dengan menghindari kegiatan-kegiatan yang melibatkan total karyawan yang banyak, misalnya buka puasa bersama & selanjutnya nanti halal bihalal, ” kata M. Anwar saat dikonfirmasi ANTARA dalam Jakarta, Selasa.

M. Anwar juga mengingatkan kepada perkantoran untuk menetapkan jumlah karyawan yang tersedia dalam setiap ruangan hanya 50 persen dari daya agar tidak terjadi penularan.

Mengaji juga: SIKM Tetap Jadi Syarat Perjalan Periode Larangan Mudik 6-17 Mei

“Selanjutnya memberlakukan sistem kerja daripada rumah (WFH), ” ujarnya.

Sebelumnya Pemprov DKI Jakarta meminta kelompok untuk mewaspadai klaster COVID-19 di perkantoran. Selama April ini, jumlah pekerja yang terpapar COVID-19 dari klaster perkantoran meningkat.

Jumlah kasus aktif lantaran klaster perkantoran mencapai 425 kasus dari 177 perkantoran yang tercatat dalam periode 12-18 April 2021. Padahal pekan sebelumnya, pada 5-11 April 2021, hanya terdapat 157 kasus positif COVID-19 di 78 perkantoran.

Bahkan sebagian mulia kasus konfirmasi COVID-19 pada klaster perkantoran terjadi pada karyawan kantor yang sudah menerima vaksinasi COVID-19. (OL-4)

Related Post