Menanyakan Pembelajaran Tatap Muka

Pembukaan kembali pembelajaran tatap muka terbatas (PTM) di sekolah menjadi pilihan kebijakan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) sejak September 2021. Siswa PAUD, SD, SMP, dan SMA SMA sekarang diperbolehkan masuk kelas kembali dengan menjaga protokol kesehatan yang ketat.

Pada pertengahan September 2021, Kantor Staf Kepresidenan yang membidangi percepatan program prioritas dan pengelolaan isu-isu strategis dalam pembangunan dan pemerintahan telah melakukan verifikasi lapangan terhadap pelaksanaan pembelajaran PTM terbatas di Kota Jakarta Timur, Jakarta, dan Kabupaten Bogor. , Jawa barat.

Catatan dari hasil verifikasi lapangan ini, secara umum syarat untuk mengadakan PTM terbatas telah terpenuhi. Misalnya, pemantauan yang meliputi kurikulum pembelajaran, ruang kelas, toilet, fasilitas cuci tangan, unit kesehatan sekolah, ruang isolasi, gugus tugas covid sekolah, dan sumber daya manusia sekolah. Dari sisi staf pengajar dan staf pendukung, 100% vaksin telah diperoleh. Siswa juga 98% sudah divaksinasi. Setiap hari, 50% siswa menerapkan pembelajaran di dua tingkat kelas.

Unit kesehatan sekolah dan ruang isolasi tersedia. Padahal, sudah ada MoU dengan puskesmas terdekat. Gugus tugas covid sekolah juga sudah berjalan dengan baik dalam peran aktifnya dalam mendukung kelancaran PTM Terbatas ini, antara lain sistem pengaturan keluar masuk siswa agar tidak berkerumun, dan koordinasi yang baik dengan satgas covid desa.

Berangkat dari temuan lapangan tersebut, penulis memandang penting bagi masyarakat untuk ikut memikirkan beberapa hal terkait kelancaran pelaksanaan PTM terbatas ini.

Transformasi pembelajaran

Menurut hemat penulis, ada dua aspek utama PTM terbatas di sekolah. Aspek pertama menyangkut transformasi, kreativitas dan inovasi pembelajaran materi pendidikan utama berupa mata pelajaran yang resmi menjadi materi umum di sekolah. Aspek kedua adalah sosialisasi nilai-nilai sosial budaya kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara yang dilakukan secara interaktif antara guru dengan siswa, atau antar sesama siswa di sekolah.

Mari kita membedah aspek pertama. PTM Terbatas harus memastikan bahwa proses pembelajaran diikuti oleh guru dan siswa sebagai siswa yang berproses secara dialektis di tempat dan ruangan yang sama. Proses pembelajaran, metode dan teknik pembelajaran harus disesuaikan dengan masing-masing mata pelajaran. Guru dan pengelola sekolah di bawah naungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan berperan penting dalam mengembangkan metode dan teknik pembelajaran yang lebih kreatif dan inovatif untuk pelajaran umum.

Pembelajaran yang monoton atau membosankan, selain sulit diterima siswa di era milenial ini, juga dapat mengancam efektivitas penyampaian bahan ajar. Ambil contoh, penyiapan berbagai alat peraga audio visual dan digital sangat penting untuk diprioritaskan untuk digunakan dalam pembelajaran.

Perangkat pembelajaran berupa Power Point yang ditampilkan dalam infocus dapat menjadi pilihan pertama guru. Pemutaran film pendek sebagai ilustrasi materi pada mata pelajaran tertentu akan membantu efektifitas penyampaian materi pembelajaran, serta menarik minat siswa untuk menikmati proses pembelajaran secara tatap muka di dalam kelas.

Metode pembelajaran dialogis sangat perlu diterapkan sejak pendidikan anak usia dini, sekolah dasar hingga sekolah menengah pertama dan sekolah menengah atas. Guru cukup memberikan pengantar untuk memberikan maksud dan konteks, kemudian guru menyampaikan materi dalam proses pembelajaran.

Setelah itu, siswa menanggapi apa yang disampaikan oleh guru. Siswa diberi kebebasan untuk berbicara. PTM sebatas memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mengungkapkan pemikirannya secara bebas sebagai bentuk pembelajaran gratis yang dicanangkan Menteri.

Berdasarkan temuan tim Kantor Staf Presiden dari PTM terbatas ini, ada beberapa hal yang perlu mendapat perhatian. Misalnya, sirkulasi udara kelas belum menjadi perhatian dan ada masalah silau di papan tulis dan monitor untuk kelas online. Jarak antar meja masih terlalu rapat dan jumlah siswa yang masuk ke sekolah masih terlalu ramai.

Pengaturan penjemputan mahasiswa perlu diperhatikan agar tidak menjadi titik keramaian. Beberapa Nomor Induk Kependudukan (NIK) siswa masih bermasalah. Sehingga tidak terdeteksi dan tidak dapat divaksinasi. Perlu melibatkan perwakilan orang tua dalam penguatan Gugus Tugas Covid-19 di sekolah.

Sosialisasi nilai

Aspek kedua adalah sosialisasi nilai-nilai kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara yang dilakukan secara interaktif antara guru dengan siswa, atau antar sesama siswa. PTM memberikan kesempatan yang lebih luas bagi guru dan siswa untuk berinteraksi dalam mata pelajaran tertentu dan di luar pelajaran, untuk memperdalam pengalaman hidup sosialnya.

Ini bukan hanya pelengkap dari aspek pertama. Sosialisasi nilai-nilai kehidupan sosial manusia Indonesia sebenarnya sangat menentukan pembentukan karakter peserta didik secara utuh. Setiap siswa berkesempatan melihat langsung dan terlibat langsung dalam proses PTM Terbatas di sekolah untuk menyerap nilai-nilai sosial yang hidup di masyarakat. Metode andragogi adalah kuncinya.

Pendalaman dan pengayaan materi tentang nilai-nilai Pancasila sebagai dasar negara sekaligus jalan hidup. Misalnya membantu teman yang sedang sakit sehingga tidak bisa masuk kelas bisa dilakukan dengan praktik. Guru merangsang siswa untuk memberikan respon yang tepat jika menemukan teman yang sakit, dengan protokol kesehatan yang ketat.

Pembelajaran nilai-nilai kebangsaan tidak hanya menumbuhkan pengetahuan atau aspek kognisi siswa. Padahal, aspek afektif yang mendorong sikap dan tindakan nyata sebagai bagian dari solusi permasalahan masyarakat dirangsang sejak dini. Selain memahami makna dan tujuan dari setiap nilai sosial, siswa ditantang untuk dapat mempraktekkannya dalam tindakan nyata.

Dengan demikian, PTM terbatas tidak hanya menumbuhkan semangat belajar siswa, tetapi menjadi peluang bagi pemerintah bersama dengan pengelola sekolah, guru, orang tua dan siswa untuk bertransformasi. Arahnya penguatan pembelajaran pada semua mata pelajaran pada aspek pertama, serta pengayaan dan penanaman nilai-nilai sosial budaya generasi muda Indonesia agar lebih maju dan beradab sebagai aspek kedua.

Akhirnya, PTM terbatas yang dilakukan di bawah bimbingan dan kendali pemerintah dan masyarakat, akan menyiapkan generasi baru untuk mengisi Indonesia baru yang lebih maju.

Related Post