Mendagri Ingatkan Meski Ada Vaksin, Prokes tidak Boleh Kendor

Mendagri Ingatkan Meski Ada Vaksin, Prokes tidak Boleh Kendor

MENTERI Dalam Negeri Tito Karnavian menegaskan vaksinasi yang akan dilakukan dalam waktu dekat tidak lantas membuat protokol kesehatan (prokes) bisa diabaikan. Masyarakat harus tetap menerapkan 3M, yakni memakai masker, mencuci lengah, dan menjaga jarak dalam kehidupan sehari-hari.

“Kita jangan sampai kendor mengenai 3M ini dan kemudian bukan hanya mencantumkan masker, jaga jarak dan basuh tangan secara benar dan kala, tapi (menghindari) kerumunan. Percuma kita melakukan tracing, nggak ada gunanya kalau sudah berkerumun, ” perkataan Tito dalam keterangan tertulis, Selasa (5/1).

Hal senada diungkapkan Ketua Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Doni Monardo dengan meminta masyarakat harus tetap peraturan menjalankan prokes. Masyarakat tidak boleh memersepsikan kehadiran vaksin dapat membatalkan penyebaran covid-19 dalam waktu kecil.

Baca selalu: Pemerintah Kantongi Stok 329, 5 Juta Vaksin

“Vaksin tidak akan seketika menghentikan covid-19, vaksin tidak hendak bisa membuat orang yang tidak divaksin itu juga luput lantaran covid-19, ” ujar Doni.

Doni juga meminta pemerintah daerah (pemda) bekerja keras menaikkan kapasitas ruang isolasi rumah melempem. Pemda dapat mendirikan posko tiba dari tingkat provinsi sampai level kelurahan.

Sementara itu, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan 15 juta vaksin covid-19 muncul di Indonesia padapekan depan. Namun, ia tidak menyampaikan asal negara pembuat vaksin.

“Minggu depan akan ada datang lagi 15 juta vaksin dalam bentuk bahan baku yang akan dibuat oleh PT Bio Farma, ” kata Jokowi di Istana Negara, Jakarta Pusat, Selasa (5/1). (OL-1)

Related Post