Menelaah Dari Medsos, Tiga Orang ini Ganjal Mesin ATM dengan Obeng

Menelaah Dari Medsos, Tiga Orang ini Ganjal Mesin ATM dengan Obeng

SEBANYAK tiga orang ditangkap jajaran Subdit Resmob Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya setelah aksi kejahatan mengganjal mesin anjungan tunai mandiri (ATM). Besar Bidang Hubungan Masyarkat Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus mengecap ketiga tersangka tersebut berinisial S, 27, P, 34, dan YR, 30.

Modus dengan digunakan para tersangka adalah dengan mengganjal mesin ATM menggunakan obeng. Aksi yang dilakukan kelompok tersebut, lanjut Yusri, dipelajari melalui jalan sosial.

Dalam kasus tersebut, Yusri mengatakan pihak dengan menjadi korban adalah Bank Negeri Indonesia (BNI). Berdasarkan laporan harian yang dilakukan BNI, beberapa mesin ATM mengalami selisih uang semenjak bulan Juli.

“Empat TKP, tapi rata-rata dua kala, pertama di Cakung, Semper, Koja, Rorotan dengan modus yang serupa, kami masih mendalami, ” logat Yusri di Mapolda Metro Hebat, Senin (3/8).

Yusri menjelaskan ketiga tersangka memiliki karakter masing-masing dalam beraksi. Tersangka S misalnya, bertugas sebagai eksekutor pengganjal mesin ATM.

“Dia mengacaukan sistem ATM tersebut dengan sebilah obeng. Kalau selama tersebut mengganjal menggunakan tusuk gigi, jika ini tidak yang diambil uang dalam mesin ATM. Sementara (saldo kartu) ATM dia sendiri tak berkurang sama sekali, ” membentangkan Yusri.

Baca juga: 50 Kali Lakukan Curanmor, Pemuda Ini Akhirnya Dibekuk Polisi

Sementara itu, tersangka P dan YR berlaku dalam mengawasi saat S berbuat. YR, sebut Yusri, juga adalah sopir dalam kelompok tersebut.

Dalam sehari, Yusri menjelaskan bahwa ketiga tersangka dapat memetik Rp2-10 juta. Berkaca dari urusan tersebut, Yusri berharap agar pihak bank melakukan evaluasi dengan merubah sistem yang ada.

Yusri juga mengatakan pihaknya telah berkoordinasi oleh Kementerian Informasi dan Teknologi untuk menurunkan video mengenai tutorial melakukan aksi pengganjalan mesin ATM.

“Ini akan kami koordinasikan dengan Kominfo biar dihapus atau di-takedown karena tutorial itu sangat gampang sekali dikerjakan oleh orang-orang yang tidak bertanggungjawab, ” tandas Yusri.

Para tersangka dijerat dengan Pencetus 363 Kitab Undang-undang Hukum Kejahatan dengan ancaman hukuman pidana kurungan selama 7 tahun. (OL-7)

Related Post