Menuju Percepatan Modernisasi Peradilan Mahkamah Konstitusi

Mahkamah Konstitusi (MK) sebagai salah satu aktor kekuasaan negara dalam sistem ketatanegaraan Negara Republik Indonesia Tahun 1945 pasca amandemen telah mengukuhkan tekadnya untuk menciptakan wajah baru peradilan dengan visi menegakkan keadilan dan konstitusi melalui peradilan yang modern dan terpercaya. Peradilan modern merupakan upaya mewujudkan konsep peradilan yang cepat, mudah, atau sederhana, dan berbiaya rendah sesuai dengan prinsip peradilan yang terkandung dalam Undang-Undang Kekuasaan Kehakiman (UU No 48/2009).

Sejalan dengan peran MK yaitu penguatan demokrasi di Indonesia, relevansi penegakan konstitusi dan keadilan dengan modernisasi peradilan menjadi perhatian serius. Dengan harapan dapat mewujudkan efisiensi dan mencegah praktik korupsi dan manipulatif, strategi yang memanfaatkan perkembangan teknologi dan revolusi digital untuk mendukung pengembangan sistem peradilan konstitusi di Indonesia perlu dikaji dengan komitmen penuh oleh Mahkamah Konstitusi.

Berbagai negara di dunia sudah mulai menjajaki penggunaan pembelajaran mesin (ML) dan kecerdasan buatan (AI) dalam sistem peradilan modern. Pada tahun 2021, Mahkamah Agung India untuk pertama kalinya meluncurkan portal penelitian berbasis AI yang disebut Portal Mahkamah Agung untuk Bantuan dalam Efisiensi Pengadilan (ruang). Portal tersebut dibuat dengan maksud untuk memanfaatkan TPPU yang dirancang untuk memudahkan kegiatan penelitian yang dilakukan oleh hakim karena mampu mengumpulkan fakta dan undang-undang yang relevan untuk membantu hakim dalam mengambil keputusan.

Di beberapa negara maju lainnya, manajemen peradilan modern juga telah berkembang, seperti yang dilakukan The International Consortium for Court Excellence dengan konsep International Framework for Judicial Excellence (Kerangka Internasional Keunggulan Pengadilan). Beberapa unsur yang terkandung dalam bidang keunggulan peradilan adalah sumber daya kerja peradilan, prasarana peradilan dan proses peradilan, serta pelayanan peradilan yang terjangkau dan mudah dijangkau.

Saat ini, penerapan manajemen peradilan modern telah diterapkan dalam beberapa mekanisme litigasi di MK. Minuman lapangan pintar di MK antara lain diwujudkan melalui teknis penyelenggaraan peradilan berbasis teknologi informasi seperti pengajuan permohonan secara online, pemanggilan para pihak dan notifikasi pengadilan digital, sistem sidang jarak jauh melalui aplikasi platform online atau hybrid (ruang sidang mini), penyerahan dokumen termasuk salinan keputusan kepada para pihak melalui surat elektronik online, dan sistem proses dan bahkan notasi elektronik dokumen perkara. Namun, perjalanan menuju percepatan modernisasi sistem peradilan yang efisien di Mahkamah Konstitusi masih belum berakhir.

Sumber data

Seiring dengan digitalisasi dan penerbitan keputusan pengadilan, analisis data besar dalam ranah hukum menjadi hal yang mungkin dilakukan. Informasi dan data penanganan perkara merupakan hal yang sangat strategis keberadaannya, yang telah terakumulasi sedemikian rupa sehingga dapat menjadi sumber data yang substantif dan kaya informasi. Dengan menggunakan ML, sistem komputer dapat dikembangkan untuk berperan dalam mendukung, tetapi tidak menggantikan, hakim dalam melakukan penelitian sebelum mengambil keputusan.

AI mampu, dalam beberapa kasus, untuk memprediksi hasil keputusan pengadilan. Dengan demikian, dengan kemajuan AI, metode TPPU dapat berfungsi sebagai alat untuk merekomendasikan dan mendukung pengambilan keputusan dalam sistem peradilan, tanpa mengganggu kewenangan dan independensi hakim dalam mengambil keputusan.

Hasil yang dicapai dapat membantu menghemat waktu hakim, meningkatkan produktivitas peradilan untuk menciptakan sistem peradilan yang terjangkau, dapat diakses, hemat biaya, dapat diprediksi, dapat dipercaya, dan transparan. Strategi ini bukan tidak mungkin untuk dikaji, digali, dan diterapkan secara eksperimental oleh MK.

Terlepas dari kemampuannya yang sangat menjanjikan, AI dan ML adalah teknologi yang memiliki keterbatasan bawaan. Batasan utama terkait dengan karakteristik inheren ML yang sangat bergantung pada ketersediaan data, yaitu data yang ekstensif dalam jumlah banyak, akurat, dan tidak bias. ML secara inheren beroperasi pada data historis. Karena kesalahan dan bias dapat memiliki efek domino yang signifikan dalam sistem AI dan ML, tidak mungkin untuk menghindari bias atau kesalahan yang ada dalam sumber data.

Selain itu, kurangnya data yang representatif dapat menghambat proses pembelajaran mesin. Meskipun hasil kasus yang diadili di Mahkamah Konstitusi mau tidak mau akan mengarah pada keputusan Mahkamah Konstitusi yang bersifat publik (yaitu tidak mungkin diselesaikan secara pribadi dan rahasia seperti dalam kasus perdata), ukuran sampel data akan tetap faktor dalam mencapai keandalan statistik.

Kompleksitas proses bekerja dengan algoritma AI dan ML tidak dapat mendiskreditkan kegunaannya, yang jika digunakan dengan hati-hati dan etis, memiliki potensi signifikan untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas sistem peradilan. Dalam mewujudkan cita-cita MK sebagai lembaga peradilan modern, MK dituntut mampu beradaptasi dengan dunia teknologi seperti AI dan ML.

Namun, implementasinya harus didahului dengan fase studi komprehensif dan pengujian ketat dari sistem itu sendiri. Sistem integrasi data KPU dan Bawaslu dengan MK dapat sangat membantu dalam prosesnya, demikian juga integrasi data DPR sebagai lembaga legislatif yaitu legislator dengan presiden melalui Kementerian Hukum dan HAM dan Kementerian Sekretariat Negara, yaitu berupa peningkatan aksesibilitas baik dokumen maupun informasi. mengenai pembahasan undang-undang, naskah akademik, dan data terkait lainnya.

Proses uji coba dan eksperimen dapat dimulai secara terkendali dengan tujuan untuk mulai menemukan pola dan korelasi serta membangun pedoman untuk mulai mengimplementasikan sistem/struktur. basis data konsisten sehingga metode ML bisa lebih matang. Semua itu penting untuk membangun sistem peradilan yang melayani warga negara secara kredibel.

Pada akhirnya, mengutip Ketua Mahkamah Agung India saat peluncuran ruang“AI akan membawa harapan baru untuk mendorong kepercayaan publik terhadap institusi kami.”

Related Post