Moto-GP Mandalika Dalam Konteks Politik Luar Negeri Indonesia

Sorotan tajam dunia otomotif saat ini terfokus di Indonesia. Negara berpenduduk 270 juta jiwa ini sudah lama dikenal sebagai pasar bagus untuk dunia otomotif khususnya roda dua. Bagaimana bisa? Setiap tahun lebih dari 5 juta kendaraan roda dua dijual di Indonesia. Tahun ini menjadi momentum bagi Indonesia untuk menjadi tuan rumah perhelatan akbar balap motor dunia Moto-GP.

Ajang yang bertajuk Pertamina Grand Prix of Indonesia ini akan berlangsung pada 18-22 Maret 2022 di Sirkuit Jalan Internasional Pertamina Mandalika. Penantian panjang selama 25 tahun terakhir Indonesia menggelar Moto-GP yang saat itu masih bernama GP500 pada 1997 di Sirkuit Sentul, Bogor, Jawa Barat, tepat saat krisis finansial besar melanda Asia.

Hiruk pikuk ajang Moto-GP tentunya tidak lepas dari aspek bisnis dengan omzet ekonomi yang luar biasa besar serta persaingan gengsi negara-negara di dunia. Kembalinya Indonesia ke ajang MotoGP bukanlah proses yang singkat. Banyak faktor yang mempengaruhinya, termasuk kebijakan pemerintah yang dalam prosesnya melibatkan banyak orang pemangku kepentingan. Dalam beberapa tahun terakhir, kebijakan pemerintah difokuskan pada pembangunan infrastruktur sebagai langkah untuk mendorong pertumbuhan nasional.

Pemerintah menyadari bahwa infrastruktur yang baik merupakan landasan yang kuat untuk mencapai target dalam rencana pembangunan nasional, salah satunya melalui penetapan kawasan ekonomi khusus (KEK), termasuk Lombok-Mandalika. Langkah ini akan mempromosikan Lombok-Mandalika sebagai salah satu dari 10 Bali baru agar pariwisata nasional tetap berdaya saing sebagai salah satu sektor andalan. Lalu, apakah kehadiran Indonesia di kalender balap Moto-GP merupakan bagian dari manuver politik luar negeri dalam memperkuat posisinya?

Diplomasi satu paket

Padahal, saat ini Indonesia bukan satu-satunya pelaku industri pariwisata dan olahraga di kawasan, khususnya Moto-GP. Misalnya, Malaysia telah melalui Sirkuit Internasional Sepang sejak 1999. Kemudian pada 2018 Thailand juga berpartisipasi melalui Sirkuit Internasional Chang di Buriram. Dalam konteks diplomasi modern, kembalinya Indonesia ke ajang balap Moto-GP dapat menjadi momentum untuk meningkatkan posisi tawar (bargaining position).posisi tawar) di mata dunia melalui konsep diplomasi lunak melalui olahraga balap.

Moto-GP pada dasarnya adalah salah satu olahraga paling populer di dunia. Dengan jumlah fans/suporter yang sangat besar dan didukung oleh media baik lokal maupun asing, partisipasi kami dalam event ini diibaratkan sebagai seorang gadis cantik diantara semua negara dalam kalender balap Moto-GP. Moto-GP Mandalika tak hanya bisa memberikan tempat khusus bagi para penggemar roda dua di Tanah Air. Apalagi dalam konteks diplomasi, dianggap sebagai cara melakukan pendekatan internasional yang tujuan utamanya adalah untuk mempertegas posisi Indonesia serta meningkatkan kepercayaan internasional.

Dari sisi pariwisata, Mandalika sebagai KEK siap berkembang pasar bagi pariwisata Indonesia sehingga akan memicu pertumbuhan di daerah lain. Mengingat letak geografis Indonesia yang strategis sebagai negara kepulauan di daerah tropis, kehadiran Mandalika akan semakin mendongkrak nilai pariwisata nasional untuk mampu bersaing dengan negara lain, seperti Thailand dan Malaysia yang saat ini sedang berkembang pesat. pemimpin pariwisata di kawasan ASEAN.

Beberapa waktu lalu saat sesi tes pramusim Moto-GP di Mandalika 11-13 Februari 2022, akun @Moto-GP unggah foto di Indonesia bahwa Sirkuit Jalan Internasional Pertamina Mandalika adalah sirkuit terindah di dunia. Konsep sirkuitnya adalah: trek balap yang berfungsi sebagai sirkuit balap kelas dunia, tetapi dapat digunakan sebagai objek wisata saat istirahat dari musim balap. Hal ini menunjukkan bahwa konsep yang ditawarkan oleh Pertamina Mandalika International Street Circuit adalah konsep baru yang unik dengan menggabungkan olahraga dan pariwisata dalam satu paket yang menarik.

momentum branding Indonesia

Keberhasilan penyelenggaraan pesta olahraga terbesar di Asia melalui Asian Games 2018 ini membuat pemerintah semakin yakin bahwa Indonesia memiliki semua sumber daya yang dibutuhkan. Pemerintah sepertinya tahu, agar tetap menarik dari sisi bisnis, Moto-GP Mandalika tidak mungkin digelar hanya sekali. Oleh karena itu, pemerintah melalui PT Indonesia Tourism Development Cooperation (ITDC) bekerjasama dengan Dorna Sports selaku promotor Moto-GP dan Federation Internationale de Motocyclisme (FIM) menyelenggarakan Mandalika Moto-GP melalui kontrak dengan durasi 10 tahun terus menerus. . Kontrak jangka panjang ini penting untuk memastikan infrastruktur yang telah dibangun dapat bermanfaat bagi industri balap dan pariwisata nasional.

Moto-GP Mandalika terasa hadir di saat yang tepat. Di saat negara-negara lain berusaha bangkit dari situasi pandemi COVID-19, Indonesia mengambil langkah berani untuk kembali menggairahkan sektor pariwisata yang sempat lumpuh. Indonesia sadar momentum seperti itu tidak akan datang dua kali. Oleh karena itu, implementasi acara Moto-GP Mandalika kembali menjadi langkah tepat untuk semakin mempertegas Indonesia sebagai salah satu tujuan balap motor dunia.

Momentum tersebut diharapkan dapat menjadi pemicu kebangkitan industri otomotif nasional. Artinya, semakin dipercaya Indonesia, semakin besar peluang untuk menarik investasi, yang pada gilirannya akan memperluas lapangan kerja baru. Selain itu, acara Moto-GP Mandalika dapat memacu perkembangan atlet dan pembalap nasional untuk go internasional. Semua ini dimaksudkan untuk menciptakan industri hulu-hilir terintegrasi yang pada akhirnya akan memperkuat posisi tawar Indonesia di kancah global.

Prestise atau prestasi

Bagi Indonesia, Moto-GP Mandalika bukan hanya sekedar olahraga acara tahun balap motor dunia. Lebih dari itu, judul merupakan sebuah peristiwa yang sarat makna. Di tengah ketidakpastian global yang masih belum pulih dari pandemi, pemerintah serius untuk menerapkan acara itu. Bahkan, Sirkuit Jalan Internasional Pertamina Mandalika diakui sebagai salah satu trek balap teraman di kalender balap Moto-GP, baik dari segi tata letak sirkuit dan kualitas aspal yang digunakan.

Dalam pelaksanaannya, pemerintah akan menerapkan mekanisme gelembung perjalanan sebagai langkah untuk memastikan pencegahan penularan covid-19 di sekitar area Moto-GP Mandalika. Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 telah menerbitkan Surat Edaran Nomor 5 Tahun 2022 tentang Protokol Kesehatan Sistem Bubble Untuk Kegiatan Moto GP 2022 di Mandalika Dalam Masa Pandemi Corona Virus Disease (Covid-19) 2019, yang diterbitkan pada 3 Februari 2022.

Konsep besarnya adalah memberi ruang bagi kru, pengemudi, dan elemen kunci acara Moto-GP tetap ada gelembung keamanan. Hal ini bertujuan untuk memperkuat pandangan internasional bahwa pengendalian COVID-19 di Indonesia telah dilakukan dengan baik dan akan memberikan rasa aman bagi semua pihak. Di sisi lain, implementasi acara Moto-GP sering dikatakan sebagai gengsi bagi sebuah negara. Namun, dari fakta-fakta di atas, Moto-GP Mandalika bukan hanya sebuah gengsi besar yang tidak berarti, tetapi juga sebuah demonstrasi dari implementasi yang sukses dari latihan tersebut. diplomasi lunak Indonesia.

Secara keseluruhan, Moto-GP Mandalika bisa menjadi angin segar di tengah lesunya industri pariwisata nasional. Pelaksanaan acara ini tinggal hitungan hari. Moto-GP Mandalika merupakan langkah yang tepat untuk semakin memantapkan posisi strategis Indonesia sehingga ke depan semakin menarik untuk melihat bagaimana peran Indonesia dalam skala global.

Related Post

Merawat BudayaMerawat Budaya

KITA sekarang hidup di era Anthropocene, era ketika aktivitas manusia telah mempengaruhi ekosistem bumi secara global. Istilah ini secara resmi diluncurkan oleh sekelompok peneliti pada Kongres Geologi Internasional di Cape