NasDem Dukung Sanksi Progresif Pelanggar PSBB di Jakarta

NasDem Dukung Sanksi Progresif Pelanggar PSBB di Jakarta

ANGGOTA Bagian Partai NasDem di DPRD DKI Jakarta Abdul Aziz Muslim mengangkat Pemprov DKI Jakarta menerapkan sanksi denda progresif bagi para pelanggar aturan PSBB Transisi.

Abdul Aziz Muslim menegaskan telah sepatutnya masyarakat diberikan sanksi kalau tidak disiplin. Hal ini dilakukan agar penerapan protokol kesehatan semakin melekat dan menjadi kebiasaan mutakhir di dalam aktivitas sehari-hari.

“Iya saya dukung. Biar masyarakat ini semakin terbiasa. Kalau ini untuk melindungi diri serta orang lain, ” kata Abdul Aziz Muslim saat dihubungi Media Indonesia, Sabtu (1/8).

Menurutnya semakin hari pelanggaran PSBB semakin bertambah karena ia menilai masyarakat mulai bersikap apatis. Klub tak lagi menganggap covid-19 jadi wabah membahayakan seperti di awal-awal kemunculannya.

“Itu serupa bisa disebabkan mereka itu semakin tidak percaya ada wabah covid. Karena nggak kelihatan, ” ujarnya.

Sikap ini menurutnya sangat berbahaya dan diduga olehnya, inilah yang membuat kasus covid-19 di Jakarta semakin bertambah hingga rata-rata 200 kasus baru maka 400 kasus baru setiap harinya.

“Tapi perlu diingat, sanksi progresif ini juga wajib dibarengi dengan edukasi dan edukasi terus menerus. Kita mungkin juga lelah tapi jangan tidak mengingatkan. Kita semua ingin covid-19 ini cepat usai, ” imbuh anggota Tip E itu.

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menegaskan akan memberikan upaya bertambah dalam masa perpanjangan ketiga kalinya PSBB Transisi Fase 1 dengan berlangsung sampai 13 Agustus kelak.

Upaya itu antara lain dengan memberikan sanksi kompensasi progresif. Artinya, tempat usaha atau individu yang sudah pernah mengabaikan dan diberi denda jika melanggar lagi akan diberikan sanksi kompensasi yang lebih besar daripada sebelumnya. (OL-4)

Related Post