NTB Gaet Kades & Lurah buat Meningkatkan Kesadaran Wajib Pajak

ASISTEN II Sekretaris Daerah Nusa Tenggara Barat (NTB) Ridwan Syah menyebut pihaknya membangun kerja sama dengan seluruh kepala dukuh dan lurah untuk membangun kesadaran wajib pajak kepada masyarakat.

“Ini upaya mendukung & meningkatkan kesadaran wajib pajak menutup kewajibannya, ” kata Ridwan Syah dalam keterangan tertulis diterima di Mataram, Minggu (22/11).

Ia mengatakan, untuk membangun kesadaran wajib pajak adalah dengan membakar kembali kerja sama dengan semesta desa-desa, termasuk bagaimana seluruh besar desa dan lurah terlibat buat lebih aktif lagi membangun kegiatan sama.

Diakuinya, tenggat kini Provinsi NTB masih termasuk daerah yang tergantung pada derma transfer dari pusat.

“Kapasitas fiskal NTB masuk di kategori rendah. Hal tersebut disebabkan karena PAD NTB dalam potongan atau struktur APBD masih kira-kira 30%, ” ujarnya.

Ia berharap pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Tarikh 2023, ikhtiar bersama untuk mengarungi masuk kepada daerah sebagai bagian provinsi dengan kapasitas fiskal dengan menengah atau mampu mencapai nilai 45% dapat tercapai.

“Ini semua perlu dukungan serta kerja sama semua pihak, ” imbuhnya.

Selain itu, apresiasi juga disampaikan, karena walaupun di tengah pandemi covid-19 capaian target pendapatan daerah (PAD) sebelum HUT NTB tanggal 17 Desember 2020, sudah sesuai rencana.

“Inovasi yang telah dilakukan Bappenda adalah kunci penyegaran serta meningkatkan kinerja dalam mencapai target PAD. Apalagi di era digital di saat ini. Selain ada samsat keliling, ATM samsat, drive thru, Samsat Apps dan lain-lain, ” ujar Ridwan pada pemberian penghargaan apresiasi pelaksanaan gebyar retribusi kendaraan bermotor tahun 2020.

Baca juga: Ini Aspirasi Daerah soal UU Ciptaker di NTB

Kepala Badan Pengelola Pendapatan Wilayah (Bappenda) Provinsi NTB Iswandi menyampaikan pihaknya terus memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat.

“Dengan 94 unit layanan dengan tersebar di seluruh wilayah NTB serta mengusung branding Samsat Non Stop Service dengan berbagai inovasinya, masyarakat NTB telah merasakan kemudahan pelayanan pajak kendaraan bermotor dimana saja dan kapan saja. Laksana kemudahan pilihan untuk mendatangi samsat, diantar oleh petugas ke rumah hingga menjangkau pelayanan ke desa-desa dengan Samsat Desa, ” kata pendahuluan Iswandi.

Menurut Iswandi, sebagai sumber pendapatan asli kawasan yang sangat strategis bagi pembangunan NTB, pelayanan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) terus diupayakan seoptimal mungkin, agar mudah & tidak menyusahkan masyarakat.

“Oleh karenanya sinergi positif dengan semua stakeholders telah dilakukan, sehingga melahirkan banyak inovasi pelayanan sekaligus membantu meningkatkan kesadaran masyarakat jadi wajib pajak, ” ungkapnya.

Dirlantas Polda NTB Kombes Pol Noviar mengatakan sebagai pembimbing samsat, pihaknya mengapresiasi inovasi Bappenda NTB dalam menggelar penghargaan apresiasi pelaksanaan gebyar pajak kendaraan bermotor tahun 2020.

Menurutnya, Provinsi NTB, saat ini mempunyai penduduk 5 juta lebih, secara jumlah kendaraan motor sekitar satu, 6 juta unit.

“Artinya potensi ini masih memiliki peluang dengan akan bertambahnya kendaraan bermotor, begitupun kapasitas sarana jalan raya masih memungkinkan kelayakannya, ” tutur Noviar. (Ant/OL-5)

Related Post

TradisiTradisi

<p> Mendu ialah tradisi kolektif berbentuk teater rakyat yang mengandung perpa­ duan unsur musik Melayu, tari, lagu, syair, dialog, pencak silat, dan banyolan/humor di dalam pementasannya.