Otomotif

otomotif-1

Eleonora Ajisela Agrippina atau lebih dikenal dengan ‘Jisel’, merupakan lady biker yang sangat masyhur di kalangan komunitas biker. Terlebih saat ia melayani perjalanan seru dari Jakarta hingga ke Bali pada rangka Hari Kartini kurang waktu lalu.

Kegiatan tersebut dilakukan untuk merayakan semangat ketangguhan & kemandirian perempuan, melalui perjalanan berkendara untuk suatu bahan: ingin menyampaikan pesan pemberdayaan perempuan.

Semasa perjalanannya, Jisel juga mengunjungi tempat-tempat ramah lingkungan, karena perjalanannya dilakukan saat Keadaan Bumi, seperti desa adat di Bandung yang menggodok singkong untuk devisa desanya, hingga tempat spa lokal di Bali yang melahirkan produk kecantikan dari hasil panen sendiri.

Dalam perjalanan etape pertamanya (Jakarta–Bandung), Jisel menemukan desa adat Cireundeu, sebuah kampung adat yang terletak diantara lembah Gunung Kunci, Bukit Cimenteng dan Gunung Gajahlangu di kawasan Bandung. Itu memiliki tradisi yang unik dalam mengolah singkong mulai dari isi hingga kulitnya, untuk dijual menjadi devisa desa mereka.

Dari Bandung, Jisel kemudian melanjutkan etape kedua perjalanannya, yaitu ke Yogyakarta buat mengetahui apa yang menjadikan kota ini sebagai arah wisata yang terkenal. Praja Yogyakarta menawarkan kesederhanaan, ongkos hidup terjangkau yang jarang ditemukan saat ini, penuh dengan keramahannya.

Setelah rasa penasaran mengenai kota Yogyakarta terjawab, Jisel melanjutkan perjalanannya ke Bali yang menempuh jarak sekitar 600 km. Di Tanah Dewata ini Jisel menemukan spa lokal yang mengerjakan tanamannya sendiri dan mengubahnya menjadi produk kecantikan kaya lulur dan lotion beserta memberikan perawatan bagi pengunjung. Selain itu, mereka serupa memberikan workshop untuk mengajarkan cara membuat produk kebaikan dari hasil panen sendiri.

Setelah seharian mengelilingi kota Bali, Jisel kemudian berkendara ke Surabaya untuk mengikuti acara amal Sunmori bersama para penyandang disabilitas. Sungguh sebuah hubungan yang sangat inspiratif karena dengan keterbatasan fisik, itu berhasil mengendarai sepeda motor yang dimodifikasi khusus & dirancang sendiri, sebuah talenta yang langka.

Jisel mengaku, tidak mungkin menjalankan turing sepanjang 10 hari itu karena harus mengejar dan menyesuaikan masa dalam setiap aktivitas sebab satu titik ke bintik berikutnya. Untungnya Royal Enfield Himalayan yang ia tunggangi dapat diandalkan, bahkan saat didorong melampaui batas.

“Syukurlah perjalanan tersebut aman walau melalui kondisi cuaca yang berbeda-beda, gerimis, hujan lebat, dan terik matahari. Tetapi perjalanannya tentu menyenangkan dan berjalan sesuai rencana, karena saya telah mempersiapkan rencana perjalanan dengan matang sebelum akhirnya menyelenggarakan perjalanan dari Jakarta – Bali – Jakarta, ” ujar Jisel dalam sebuah siaran resmi, Selasa (11/5).

Beserta ini Tips Persiapan ala Jisel:

Yang utama adalah melindungi tubuh sehat dan fit dengan berolah raga, bubar dan tidur yang pas. Kemudian persiapkan ‘kesehatan motor’ dengan ke bengkel buat mengantisipasi adanya masalah.

Pasanlah beberapa tambahan/aksesoris pada sepeda motor, seperti dudukan ponsel untuk melihat peta pada ponsel, lampu dan klakson tambahan.

Sebagai perempuan, pemilihan baju menjadi amat penting. Karena ruang penyimpanan pada motor sangat terbatas, maka kudu selektif memilih pakaian dengan akan dibawa. Bawalah pakaian yang bahannya mudah dicuci dan cepat kering, bagaikan bahan dry fit.

Gunakan helm Supermoto dengan visor bening yang terasa manfaatnya saat berkendara di bawah sinar matahari sebab terdapat semacam topi mungil pada helm dan visor bening untuk berkendara dalam malam hari.

Kenakan jaket riding istimewa untuk wanita dengan penjaga. Pastikan tidak terlalu sedikit atau kebesaran. Jaket secara ukuran yang pas hendak lebih nyaman dan pula aman. Kenakan juga menyarung tangan, balaclava, dan kuda jenis boot.

Siapkan rencana perjalanan, bagaikan waktu perjalanan dari utama titik ke titik berikutnya dan kegiatan atau acara apa yang ingin dikunjungi. Perencanaan yang baik bisa bantu meminimalisir masalah di perjalanan.

Dengan tak kalah penting merupakan: mempersiapkan nomor darurat, membawa alat dan kunci penopang sepeda motor. Bila ada rencana berkendara ke daerah, sebaiknya bawalah tim agar lebih aman.

Berhenti setiap 2-3 tanda sekali. Sambil menikmati salinan, kita bisa ngobrol dengan warga sekitar, atau mendaulat mata sejenak.

Tetap waspada dan punya rasa ingin tahu yang tinggi tentang sepeda motor yang sedang dikendarai. Jika terasa ada kejanggalan, segera mencari penghentian untuk mengetahui masalahnya dan kemudian memperbaikinya secepatnya.

Tidak disarankan menggunakan intercom. Kamu menetapkan berkonsentrasi, fokus, memperhatikan harmoni dan melihat seluas kira-kira. Jika Anda merasa bosan, mampirlah ke kedai salinan lokal.

Bersiaplah untuk kesulitan – Tanpa panik dan tetap perdata. Masih banyak warga lokal yang baik hati dan akan menawarkan bantuan.

Kenali sepeda motor dengan akan kamu kendarai pra memulai touring. “Menurut saya, mengenali sepeda motor itu sangat penting karena kita dapat membiasakan diri dengan sepeda motornya. Dalam penjelajahan kali ini, saya menggunakan Royal Enfield Himalayan yang menurut saya cocok dengan tinggi badan saya, yakni 165cm. Royal Enfield Himalayan sangat mudah dikendarai serta nyaman karena posisi duduknya yang nyaman, ” prawacana Jisel. (S-4)

Related Post

opini-1

PendapatPendapat

<p> BUKAN rahasia umum bahwa Bayern Muenchen dan Borussia Dortmund ialah musuh bebuyutan. Persis sesuai Real Madrid dan Barcelona di La Liga Spanyol, begitulah dua klub