Pemkab Sleman Miliki Kontijensi Merapi pada Era Pandemi

KONSORSIUM BPBD Kabupaten Sleman yang didukung oleh Unicef Indonesia, berhasil menyelesaikan Rencana Kontinjensi Erupsi Gunung Merapi yang diadaptasikan dengan protokol kesehatan pencegahan covid-19. Bupati Sleman Sri Purnomo mengatakan rencana kontijensi ini adalah yang kedua, karena kontijensi yang sebelumnya belum memperhatikan soal pandemi.

“Penyelesaian Renkon (rencana kontijensi) tingkat kabupaten ini dilakukan melalui pendekatan bottom-up dengan terlebih dahulu menyelesaikan Renkon di tujuh kalurahan, Glagaharjo, Umbulharjo dan Kepuharjo pada Kapanewon Cangkringan, Kalurahan Hargobinangun serta Purwobinangun di Kapanewon Pakem, dan Girikerto dan Wonokerto di Kapanewon Turi serta Kapanewon Cangkringan, sekapur Sri Purnomo, Minggu (27/12)

Dikatakan, keterlibatan dan partisipasi aktif masyarakat bersama kelompok sensitif dan forum anak di pada serangkaian diskusi kelompok terfokus (FGD) di 7 kalurahan menguatkan menikmati kepemilikan

“Dan BPBD Kabupaten Sleman juga memastikan setiap pertemuan yang diselenggarakan mematuhi adat kesehatan dan dokumen Renkon dengan dihasilkan menerapkan Panduan 4. 0 dan SNI, ” kata Bupati.

baca juga: Merapi masih Menyimpan Bahaya

Rencana kontinjensi ini menjelma satu modal penting dalam menyerahkan pelayanan public kepada masyarakat. Klub mewujudkannya dengan melakukan penguatan Sistem Informasi Desa (SID) di tujuh kalurahan yang sama. Selama masa waktu 3 bulan terakhir Awak Fasilitator juga telah berhasil merevitalisasi SID di 7 kalurahan dengan mengintegrasikan basis data untuk dimanfaatkan dalam seluruh aspek kegiatan penyajian publik oleh pemerintah kalurahan.

“SID sengaja dikembangkan tidak hanya untuk memuat data mengelompokkan demografi dan informasi penting lainnya seperti aset, ekonomi, fasilitas, infrastruktur, risiko bencana dan sebagainya yang dapat dimutakhirkan secara berkala oleh perangkat kalurahan. Namun juga mengintegrasian keterangan peringatan dini, rencana evakuasi, keterangan kebutuhan warga untuk keperluan pengerjaan darurat bencana sehingga dapat memudahkan keterlibatan setiap pelaku kemanusiaan, ” pungkasnya. (OL-3)

Related Post