Penolakan Pabrik Semen di NTT Sampai ke DPR

Penolakan Pabrik Semen di NTT Sampai ke DPR

MASYARAKAT Diaspora Manggarai Raya, Nusa Tenggara Timur (NTT), menyampaikan penolakan terhadap dasar sejumlah penambangan. Termasuk ke DPR RI.

Masyarakat Diaspora Manggarai Raya tersebut oleh politisi PDIP Yohanis Fransiskus Ansi Lema dan Andreas Hugo Pareira.

Baca juga: Tolak Pabrik Semen di Matim, Viktor: NTT Butuh Emas biru

Koordinator Perwakilan Bangsa Diaspora Manggarai Raya, NTT, Flory S Nggagur menjelaskan, mereka menegah rencana pemberian izin penambangan sundal gamping dan pembangunan pabrik semen di Desa Satar Punda, Kecamatan Lambaleda, Kabupaten Manggarai Timur.

Dia menjelaskan, pertanian serta peternakan merupakan basis ekonomi masyarakat, bukan pertambangan atau perdagangan. & rencana proyek pertambangan dan pabrik semen persis berdiri di tanah produktif yang merupakan basis ekonomi masyarakat.

Membaca juga: Bupati Manggarai Timur Apresiasi Petisi Tolak Bengkel Semen

Selain tersebut, tambah dia, UU Nomor 41/2009 mengamanatkan pelindungan terhadap lahan pertanian dan melarang penggusuran untuk keperluan komersial.

Selain tersebut, lanjut dia, pertambangan batu dan pabrik semen mengancam kelestarian lingkungan hidup, secara khusus Medan Bentang Alam Karst (KBAK) serta kawasan cekungan air tanah seluas 80. 000 hektare atau 33% dari luas Kabupaten Manggarai Timur.

Baca juga: Uskup Ruteng Dorong Rencana Pabrik Semen di Manggarai Timur

Padahal, wilayah itu menopang sumber air serta mata air bagi empat kabupaten sekaligus yakni Manggarai Timur, Manggarai, Manggari Barat, dan Ngada.

Dan kawasan seluas 80. 000 hektare itu, imbuh dia, telah masuk dalam daftar proteksi pemerintah, sebagaimana tertuang dalam Tulisan Keputusan Kementerian Lingkungan Hidup SK. 8/MENLHK/SETJEN/PLA. 3/1/2018 tentang Penetapan Wilayah Ekoregion Indonesia dan SK. 297/Menlhk/Setjen/PLA. 3/4/2019 tentang Daya Dukung dan Daya Tampung Air Nasional; Peraturan Menteri ESDM No. 17/2012 tentang Kawasan Bentang Alam Karst (KBAK); dan UU Minerba No. 4 tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara yang telah direvisi dan disahkan oleh DPR MENODAI pada 12 Mei 2020.

Selain itu, kata tempat, pabrik semen merupakan pabrik yang paling polutif dari semua pabrik dan berisiko tinggi mendatangkan keburukan bagi warga. “Debu juga berpotensi merusak tanaman dan sumber tirta. Ini tentu belum termasuk limbah pabrik semen, semisal debu & partikel, yang masuk ke dalam kategori limbah gas dan limbah B3. ”

Baca juga: Diaspora Manggarai Tolak Pembangunan Pabrik Semen

Pertambangan dan bengkel semen kontraproduktif dengan rencana pemerintah pusat dan rencana Pemprov NTT yang akan menjadikan pariwisata jadi penggerak utama (prime mover) pembangunan ekonomi.

Secara sosial, lanjut dia, relokasi dua bani kampung untuk kepentingan pertambangan serta pabrik semen membuat masyarakat tercerabut dari akar budaya, baik yang bersifat material (rumah adat & seluruh komponen penyusunnya) maupun nonmaterial (ritus, nilai, dan simbol budaya). Mereka menjadi manusia yang terasing dari akar budayanya sendiri.

“Pabrik semen tidak urgen untuk Indonesia, yang mengalami oversupply sampai 2025 dan harganya padahal jatuh di pasar baik dalam negeri maupun luar negeri, ” ungkapnya.

Menyuarakan juga: Manggarai Terancam Hilang Akibat Rencana Pembangunan Bengkel…

Sehingga, mereka menuntut Pemkab Manggarai Timur dan Pemprov NTT untuk menghentikan sosialisasi serta pembebasan lahan warga sebagai siasat awal menghentikan secara total agenda pertambangan batu gamping dan kilang semen di Kabupaten Manggarai Timur.

Pemerintah daerah, logat dia, sebaiknya fokus pada pendirian sektor pertanian, peternakan, dan pariwisata yang menjamin sustainability (ketahanan ekonomi dalam jangka panjang serta kelestarian alam dan lingkungan hidup) secara mendorong ekstensifikasi dan intesifikasi pertanian lahan kering dan lahan berkemal, mengusahakan intervensi teknologi terapan tertib untuk produksi maupun pasca panen, mendukung pemasaran semua produk buatan pertanian, membangun infrastruktur untuk memperlancar jalur distribusi barang dan jasa, serta menggalakkan pengembangan pariwisata daerah dan budaya.

Baca juga: Pandemi Semen

Selain tersebut, mereka mendesak Bupati Manggarai Timur dan Gubernur NTT agar tetap terhadap visi membangun NTT berbasis keunggulan NTT di bidang pertanian dan pariwisata.

Dan terakhir, mereka mendesak pemerintah was-was proaktif memberikan perlindungan yang suntuk terhadap kawasan karst di Manggarai Timur karena kawasan karst tersebut nyata-nyata memiliki fungsi yang sangat vital sebagai regulator air serta ekosistem untuk wilayah sekitarnya.

Sebelumnya, masyarakat yang tergabung dalam Forum Pemuda NTT Jabodetabek mendatangi Kementerian ESDM dan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan dalam Jakarta, Senin (29/6). Mereka mendesak dua instansi tersebut untuk mementahkan rencana pembangunan pabrik semen & tambang gamping di NTT. (Ths/X-15)

Related Post