Perayaan Paskah Sepi akibat Wabah Covid-19

Perayaan Paskah Sepi akibat Wabah Covid-19

UMAT kristiani di banyak negara merayakan Minggu Paskah dalam bawah masa karantina wilayah ataupun lockdown akibat pandemi virus korona (covid-19). Bangku-bangku gereja kosong dan perayaan Paskah dilakukan secara daring.

Pada puncak Pekan Bersih, para jemaat berada di rumah mereka untuk menghindari penyebaran virus korona yang telah menginfeksi setidaknya 1, 7 juta orang di seluruh dunia. Amerika Serikat (AS) dengan sekitar seperlima dari lebih 100. 000 total kematian akibat covid-19 berada di puncak, baik buat jumlah kematian maupun kasus virus korona, menurut penghitungan Johns Hopkins University.

Sementara tersebut, Italia sebagai negara yang memutar terpukul di Eropa telah merekam lebih dari 19. 000 janji akibat virus yang dikonfirmasi. Nilai kematian tersebut ialah nomor besar setelah AS.

Pelayanan daring

Sebanyak pendeta dan pastor Amerika Konsorsium berisiko ditangkap karena mengumumkan mau mengadakan pelayanan publik di gereja-gereja mereka pada Minggu, mengabaikan hukum dan saran medis.

Namun, kebanyakan dari mereka membawa pelayanan secara daring dan makin secara ‘drive-in’. Presiden AS Donald Trump akan menjadi salah mulia yang mengikuti layanan Paskah dengan daring.

Pada Sabtu, Paus Fransiskus menyiarkan langsung perayaan Vigili Paskah kepada 1, 3 miliar umat Katolik dunia sejak Basilika Santo Petrus yang nyaris kosong.

Paus Fransiskus dipuji Perdana Menteri Italia Giuseppe Conte karena sikap tanggung jawabnya untuk merayakan Paskah secara pribadi. Doa-doa virtual Paus hanyalah contoh paling nyata dari improvisasi keagamaan dalam zaman pengucilan dan pengurungan baik. Umat kristiani mengikuti sarannya dan menemukan solusi kreatif.

Uskup agung Canterbury, Justin Welby, memuji keberanian orang-orang yang bekerja di garis depan dalam enanggapi wabah virus korona ketika dia memimpin layanan Minggu Paskah digital nasional pertama Inggris.

Welby juga menyerukan ‘kebangkitan kehidupan kita bersama’ dalam video lantaran flatnya di Istana Lambeth dalam London. “Setelah begitu banyak kesengsaraan, begitu banyak kepahlawanan dari pelaku kunci dan NHS, kita tidak bisa puas untuk kembali ke apa yang sebelumnya seolaholah segenap normal, ” katanya dalam khotbah yang direkam di iPadnya.

Ratu Inggris juga menyingkirkan pesan Paskah. Ia mengatakan perjamuan itu akan ‘berbeda’, tetapi menegaskan Paskah tidak
dibatalkan & bahwa kisah kebangkitan memberi harapan bahwa dunia dapat mengatasi virus dan melanjutkan kehidupan normal teristimewa.

Di Jerusalem pengikut kristiani dilarang berkumpul untuk kebaktian Paskah, sementara di satu gereja di Filipina foto anggota jemaat ditempelkan di bangku gereja yang nihil. (AFP/I-1)

Related Post