Perketat Pintu Masuk, Lampung Tambah 6. 480 Alat Rapid Test

Perketat Pintu Masuk, Lampung Tambah 6

GUGUS Tugas Penanganan Percepatan Covid-19 Provinsi Lampung akan menambah enam. 480 stok alat rapid test guna memperketat pengawasan di kira-kira titik pintu masuk.

Alat tes cepat covid-19 tersebut akan digunakan untuk mendeteksi perantau di beberapa titik, seperti Pangkalan Bakauheni Lampung Selatan yang menjadi pintu masuk dari Pulau Jawa, serta pintu masuk dari Sumatra Selatan yaitu Way Kanan, Pesisir Barat (Krui), dan Mesuji.

“Stok tambahan itu nanti untuk screening pendatang melalui Bakauheni dan dari Palembang di Waykanan, Krui, dan Mesuji. Mudah-mudahan pas untuk men-screening, ” ujar Spesialis Bicara Gugus Tugas Reihana, Sabtu (25/4).

Baca juga: Semarang Berlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat

Ia juga menjelaskan, saat ini, Lampung memiliki 6. 000 kendaraan rapid test, sebanyak 2. 400 telah didistribusikan ke 30 sendi sakit rujukan, sementara 3. 600 sisanya akan segera didistribusikan kembali.

“Meski anggaran memang sudah disiapkan, kami menggunakannya dengan bertahap, kami ajukan sesuai hajat, ” tandas Reihana.

Reihana menambahkan, saat ini, pihaknya bersama pakar epidemiologi tengah mengabulkan riset untuk mengetahui karakteristik transmisi covid-19 di Lampung. Tim penelitian tersebut telah mulai bekerja mengerahkan data sejak Januari 2020.

“Sebenarnya sudah terlihat, tipe kasus di Lampung ini propagated epidemic, artinya banyak kasus terakhir dari luar atau pasien tersedia riwayat kontak dengan wilayah dengan terjangkit, ” katanya.

Hingga hari ini, Minggu (26/4), jumlah kasus positif di Lampung sebanyak 42 orang, 27 di antaranya masih dirawat, 5 meninggal negeri, dan 10 dinyatakan sembuh.

Pasien dalam pengawasan (PDP) berjumlah 71 orang, dari jumlah tersebut 22 masih dirawat, 37 sembuh, dan 12 meninggal negeri.

Sementara orang di dalam pengawasan (ODP) sebanyak 3. 310, 668 di antaranya masih dipantau, 2. 641 selesai proses pemantauan, dan 1 meninggal.

Untuk memastikan agar jumlah urusan covid-19 tidak terus bertambah, Reihana meminta masyarakat lebih disiplin memelihara jarak, menjaga stamina tubuh, pasti di rumah dan tidak berkerumun, serta disiplin menggunakan masker.

“Kalau kita disiplin, itu bisa lebih cepat selesai, pasti di rumah aja. Apalagi ini Ramadan, yang muslim bisa bertambah dekat dengan Allah dan lebih dekat dengan keluarga. Sambil pada rumah lakukan langkah-langkah pemberantasan sarang nyamuk untuk mencegah DBD. Yang penting jangan panik. Panik bakal menurunkan stamina dan virus mau mudah masuk, â€? ujarnya. (OL-1)

Related Post