Perut Bupati dari Sulawesi Minta Sandiaga Pulihkan Pariwisata

DUA bupati dari Sulawesi yakni Bupati Muna, Sulawesi Tenggara LM Rusman Emba dan Bupati Sinjai, Sulawesi Selatan Andi Seto Asapa meminta dukungan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kaya Sandiaga Salahuddin Uno soal perbaikan pariwisata.

Sandiaga menerima ajakan kolaborasi dari dua tumenggung tersebut untuk menggarap potensi wisata yang ada di kedua daerah tersebut. Dia menyebut pariwisata sanggup membuka lapangan pekerjaan seluas-luasnya.

“Potensi pariwisata sangat menjanjikan, dengan beberapa inovasi destinasi ditunjang peluang ekonomi kreatif di kedua daerah tersebut. Apalagi pariwisata pula berpotensi besar dalam menciptakan lapangan pekerjaan, ” kata Sandiaga dalam keterangannya, Selasa (26/1).

Sandiaga mengatakan pengembangan potensi pariwisata dan ekonomi saat ini perlu pengawasan sangat ketat terutama dalam menerapkan protokol kesehatan. Hal tersebut agar tidak terjadi penyebaran covid-19 di destinasi-destinasi wisata.

“Kunci kita untuk bisa menyalahi covid-19 adalah pertama patuh dulu kepada protokol kesehatan 3M, memakai masker, menjaga jarak dan selalu mencuci tangan. Kedua testing, tracing, dan isolasi mandiri. Sehingga kunci kebangkitan sektor parekraf terletak di dalam aspek kesehatannya, ” ujar Bekas Wakil Gubernur DKI Jakarta itu.

Baca selalu: Pariwisata Anjlok, Sandiaga akan Berkantor di Bali

Sementara itu, Bupati Sinjai Andi Seto Asapa menjelaskan letak geografis Sinjai dengan kontur wilayah lautan dan perbukitan menjadikan potensi pariwisatanya besar dan unik. Hal ini bisa menjadi potensi investasi terpisah bagi penanam modal.

“Kami mengajak masyarakat berkunjung ke Sinjai untuk menikmati keindahan bukit, pantai, dan pulau. Juga wisata mangrove yang memiliki panjang 13 kilometer yang dapat dikunjungi dibanding pagi sampai malam, kalau sedia melihat keindahan alam datanglah ke Sinjai, ” ungkap Andi.

Sementara itu, Bupati Muna Rusman Emba mengatakan daerahnya memiliki banyak potensi wisata yang jadi menjadi primadona bagi wisatawan yang datang di antaranya berupa wisata budaya (Bheta Wuna, Kaghati Kolope, Kogira Athara), wisata sejarah (Liang Kabori, Masigi Wuna), serta kira-kira wisata di wilayah pesisir ataupun bahari/pantai.

“Dalam kondisi pandemi saat ini, saya harap ini bisa menjadi momentum buat kebangkitan pariwisata dan tentunya dengan pengembangan destinasi wisata ini, ” pungkasnya. (OL-5)

Related Post