Petugas Temukan Mobil Bodong Masa Tilang Elektronik di Surakarta

polisi-temukan-mobil-bodong-saat-tilang-elektronik-di-surakarta-1

PELAKSANAAN kalender tilang digital melakui penilik kamera pemantau electronik Traffic Law Enforcemet (ETLE) pada Kota Solo yang berlangsung sejak 23 Maret redup mulai menunjukkan taji buat membongkar kejahatan.

Setidaknya seorang pemilik mobil bodong yang melakukan pengingkaran tidak menggunakan sabuk pengaman, terpantau kemera ETLE Kerten.

“Awalnya operator ETLE Satlantas Polresta Surakarta mencatat, pengemudi mobil Calya warna hitam dengan penuh AD 8694 AS, tak memakai sabuk pengaman, ” kata Kasatlantas Polresta Surakarta Kompol Adhityawarman Gautama Anak, di Mako I, Kamis (8/4).

Sistem membaca mobil tersebut milik Enggung Marwoto warga Munggung RT 01 RW 03 Kelurahan Gilingan, Kecamatan Banjarsari. Lalu Satlantas Polresta Surakarta pun melayangkan surat tilang ke alamat bersangkutan.

Dari awal pengantaran surat tilang itulah, akhirnya terbongkar kedok pemilik mobil bodong. Ketika Enggung datang ke petugas Satlantas, muncul pengakuan, bahwa dengan lewat terpantau kamera ETLE Kerten, bukan dirinya dan bukan anggota keluarga.

“Saya begitu mendapatkan laporan menyimpulkan ada penggunaan plat nopol berpasangan. Lalu kita sebarkan pada anggota, jika nanti mendapati mobil Cayla hitam nopol AD 8693 AS, buat dihentikan, ” imbuh tempat.

Benar selalu, saat salah seorang bagian melakukan patroli, terdapat mobil dengan plat tersebut berjalan diruas jalan Trasito, Mempertontonkan ke arah timur. Petugas patrolo langsung membututi mobil yang diduga menggunakan nopol palsu tersebut dari buntut, dan kemudian menghentikannya dalam depan Stadion Sriwedari.

Pengemudi bernama Sutrisno, warga Makam Haji itu dibawa ke gedung satlantas untuk pemeriksaan lebih sendat. Begitu dilakukan pemeriksaan berasaskan nomor rangka dan mesin mobil.

baca juga: Pemkab Muba Siap Dukung Tilang Elektronik dan ODOL

Ketika sampai pemerikaaan STNK, ada yang mencurigakan. Tulisan ada indikasi diganti. Saat ditanyakan BPKB, Sutrisno tidak punya. Mestinya nopol AD 8693 US, tapi yang dipasang adalah AD 8693 AS.

Sutrisno mengaku membeli mobil itu dari temannya, tanpa diberi BPKB.

“Kami limpahkan kasusnya ke Satreskrim, ” pungkas Adhityawarman. (OL-3)

Related Post