Pihak Korban Salah Tembak Bikin Penjelasan Jangan Pecat Penembak

Pihak Korban Salah Tembak Bikin Penjelasan Jangan Pecat Penembak

PERUT warga Kabupaten Poso harus memulas nyawa lantaran adanya salah arah oleh oknum anggota polisi pada Selasa (6/7).

Penembakan itu terjadi di Dusun Gayatri, Desa Maranda, Kecamatan Poso Pesisir Utara, Kabupaten Poso, Provinsi Sulawesi Tengah.

Karo Penmas Divhumas Polri Brigjen Pol Aur Setyono, menuturkan Karo Provost Divpropam Polri telah mendatangi rumah puak korban yang selama ini juga menjadi homebase Satgas Tinombala sebelum menuju ke KM. 09.

Awi mengatakan bahwa pihak keluarga korban membuat pernyataan beserta berharap bahwa petugas yang benar melakukan pelanggaran agar diberikan balasan saja dan tidak dipecat atau dikeluarkan sebagai anggota Polri.

“Pada saat kejadian kedua korban yang memasuki area KM. 09 tidak melapor ke petugas Pos Sekat terlebih dahulu. Jadi sebagaimana aturannya, tim yang bekerja patut mewaspadai dan segera melangsungkan ambush (penyergapan / penghadangan) terhadap kedua orang tidak dikenal, ” ungkap Awi.

Aur pun mengklaim bahwa kejadian salah tembak terjadi saat kejadian sore hari di tengah hujan.

Menurut Awi, petugas sudah bertindak sesuai dengan SOP dalam penugasan, yaitu melakukan upaya asal memberi peringatan dengan berteriak tanpa bergerak dan jangan melarikan diri.

Namun, peringatan introduksi tersebut tidak dihiraukan sehingga petugas memberikan tembakan peringatan namun objek masih berupaya melarikan diri lalu petugas melakukan penembakan mengakibatkan keduanya meninggal dunia.

Era ini, anggota tim sebanyak 12 orang Satgas Tinombala sudah ditarik dari daerah operasi ke Jakarta.

“Sedang menjalani cara pemeriksaan oleh Biro Provost Divpropam Polri dan terkait dengan proyektil peluru saat ini sedang diperiksa oleh Puslabfor Bareskrim Polri, ” papar Awi.

“Apabila seluruh rangkain pemeriksaan sudah lengkap, hasilnya nanti akan diserahkan pada Ankum yakni Dankor Brimob Polri, ” tambahnya. (OL-4)

Related Post