Protes masih Terus Merebak di Penuh Kota AS

Protes masih Terus Merebak di Penuh Kota AS

KEMATIAN George Floyd, warga Amerika Serikat (AS) berkulit hitam di Minneapolis, Negara Bagian Minnesota, memicu gelombang protes. Sedikitnya satu orang tewas serta puluhan ditahan setelah demonstrasi dalam beberapa kota besar di GANDAR berakhir ricuh.

Pertunjukan berlangsung damai pada siang hari ketika para pengunjuk rasa berderet dari Los Angeles ke New York, tetapi demonstrasi berubah bergejolak ketika malam terus berlalu.

Di Minneapolis, tempat Floyd meninggal pada Senin (25/5) sesudah seorang petugas berlutut di lehernya selama hampir 9 menit, pengunjuk rasa mengabaikan jam malam pukul 20. 00 pada Jumat (29/5) waktu setempat. Ribuan orang pasti berduyun-duyun ke jalan-jalan untuk suangi keempat berturut-turut.

Utama orang terbunuh di pusat Kota Detroit setelah tembak­an dilepaskan ke kerumunan peng­unjuk rasa. Sementara itu, pengunjuk rasa di Oakland, San Jose, serta Los Angeles memblokade jalan raya dan polisi memicu gas air mata.

Gubernur Negara Bagian Minnesota Tim Walz meminta maaf atas pengurungan jurnalis stasiun televisi CNN, Omar Jimenez, dan dua orang rekan­nya. Walz berjanji jurnalis tidak hendak diintervensi dalam melaporkan unjuk rasa yang memprotes kematian George Floyd. Jimenez dan rekan-rekannya sudah dibebaskan dalam waktu 1 jam.

Derek Chauvin yang dipecat dari departemen kepolisian bersama tiga polisi lainnya sehari setelah kejadian yang fatal itu, ditangkap tempat tuduhan pembunuhan tingkat tiga & pembantaian terhadap George Floyd, 46.

Sementara itu, bagian Twitter telah menyembunyikan cicitan Pemimpin Donald Trump dari profilnya, mengutarakan, komentar yang dibuat Trump mengabaikan aturan tentang me­ngobarkan kekerasan.

“Cicitan ini melanggar hukum Twitter karena mengobarkan kekerasan. Namun, Twitter telah menentukan mungkin sebab kepentingan publik cicitan itu langgeng dapat diakses, ” demikian pemberitahuan Twitter. (The Guardian/BBC/Hym/I-1)

Related Post