PSSI Akan Laporkan Kasus Pemukulan Wasit Liga 3 ke Polisi

PSSI mengutuk tindakan kekerasan terhadap wasit Romi Daeng Rewa yang memimpin pertandingan antara Gasma Enrekenang melawan PS Nene Mallomo Sidrap di final Liga 3 Sulawesi Selatan di Stadion Bumi Massenrempulu, Enrekang, Jumat (24/12). PSSI akan melaporkan tindakan kekerasan terhadap Romi dalam pertandingan tersebut.

Wasit Romi dibawa ke rumah sakit dan mendapat 10 jahitan. Dalam video yang beredar di media sosial, terlihat salah satu pemain Nene Mallomo memukul wasit karena tidak puas dengan keputusan hakim pengadilan. Aksi ini menjadi awal mula kerusuhan.

Pasca kejadian itu, beberapa pemain Nene Mallomo lainnya bahkan berusaha mengeroyok wasit Romi yang sempat terjatuh. Seolah tak puas, tendangannya pun terus dilepaskan ke tubuh wasit Romi yang tak berdaya.

”Ini adalah tindakan yang tidak bisa ditoleransi lagi. Selain dihukum oleh Komisi Disiplin (Komdis) Asprov Sulsel, pemain yang terlibat pemukulan wasit juga akan dilaporkan ke polisi untuk diproses sesuai aturan yang berlaku,” kata Sekjen PSSI Yunus Nusi.

Baca juga: Semifinal Piala AFF 2020, Indonesia Waspadai Set Piece Singapura

Yunus berharap agar Komdis Asprov Sulsel menghukum semua pihak yang terlibat dalam insiden tersebut, baik pemain, klub, maupun ofisial.

”Hukumnya berat. Perilaku pemain seperti itu tidak pantas. Dengan hukuman yang berat, akan menjadi efek jera bagi setiap pemain untuk tidak mencoba melakukan hal yang sama.”

Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan juga telah berkomunikasi dengan Sekretaris Asprov PSSI Sulsel Ahmadi Jafri terkait insiden tersebut. Dalam pernyataannya, Ahmadi berjanji akan menghukum seberat-beratnya semua pihak yang terlibat dalam insiden tersebut, termasuk melaporkannya ke polisi.

”Saya ingin semua wasit yang bertugas di lapangan dilindungi. Jangan sampai kejadian seperti ini terulang kembali,” kata Iriawan. (OL-7)

Related Post