Rancangan Anies Beli Lahan Saat Pandemi Ditentang

Rancangan Anies Beli Lahan Saat Pandemi Ditentang

ANGGOTA Komisi C DPRD DKI Jakarta Jupiter menegasikan anggaran pembelian lahan yang diajukan Pemprov DKI Jakarta pada rencana perubahan anggaran mendahului APBD Transformasi 2020.

Dalam tambahan surat Gubernur DKI Jakarta cetakan 161/-1713 tertanggal 20 April 2020 yang ditujukan kepada DPRD DKI Jakarta terdapat dua belanja untuk pembelian lahan yakni di Jawatan Pertamanan dan Hutan Kota sejumlah Rp374 miliar. Lalu ada pula rencana pembelian lahan sebesar Rp346, 6 miliar di Dinas Bina Marga.

Jupiter dengan juga anggota Fraksi NasDem bakal mengupayakan agar anggaran ini dinolkan.

“Kami akan kerap hari Selasa, 19 Mei. Saya akan sampaikan ke TAPD (Tim Anggaran Pemerintah Daerah), sekda & lainnya. Kami akan memperjuangkan perkiraan pembelian lahan di Dinas Pertamanan dan Dinas Bina Marga tersebut akan dinolkan karena covid, ” kata Jupiter kepada Media Indonesia, Minggu (17/5).

Jupiter menyebut, anggaran Pemprov DKI sudah merosot cukup jauh hingga tertinggal hanya 47% karena pelemahan ekonomi selama wabah. Pendapatan Asli Wilayah (PAD) yang sebagian besar ditunjang pajak tidak akan maksimal sebab berbagai tempat usaha tutup.

Jika ada dana, Pemprov seharusnya lebih memprioritskan kepada pengerjaan covid-19, bantuan kepada warga, beserta pemulihan ekonomi.

“Ini kan banyak masyarakat terkena pengaruh pandemi ini. Pemprov DKI Jakarta itu harus bisa menganggarkan anggarannya ke covid-19. Contoh bansos masih banyak warga yang tidak memiliki. Masyarakat ini sedang kesulitan, kelaparan. Jadi saya mempertanyakan saja kok mereka masih menganggarkan pembelian lahan, ” tegasnya.

Tak hanya anggaran pembelian lahan, Jupiter juga berencana untuk menolkan penyampaian anggaran rehabilitasi sekolah di Biro Pendidikan DKI Jakarta sebesar Rp695, 4 miliar. (OL-8).

Related Post