Selamat Datang 2022, Bagaimana Iklim di Indonesia?

JANGAN PERNAH meremehkan cuaca. Sejarah mencatat, Nazi harus mengubur mimpi menguasai Uni Soviet karena tidak mengantisipasi musim dingin ekstrem yang melanda saat itu. Operasi Barbarossa gagal total dan Nazi harus pulang dengan kekalahan. Juga, dengan ambisi imperialistik Napoleon Bonaparte yang runtuh karena cuaca yang tidak bersahabat. Bonaparte bertekuk lutut dalam pertempuran Waterloo pada Juni 1816, yang selanjutnya mengubah arah sejarah Eropa.

Realitas Planet Bumi saat ini semakin kompleks dan tidak pasti akibat perubahan iklim global. Frekuensi dan intensitas anomali cuaca dan iklim ekstrem meningkat berkali-kali lipat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, ditambah tindakan dan perilaku manusia yang merusak lingkungan. Jadi seperti apa gambaran iklim pada tahun 2022?

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) akhir Desember 2021 baru saja launching Prospek Iklim 2002 yang memprediksi bahwa curah hujan tahunan pada tahun 2022 akan sedikit lebih tinggi dari biasanya. Kondisi normal adalah kondisi iklim rata-rata pada periode referensi 1981-2010.

Wilayah Indonesia rata-rata mendapat curah hujan tahunan normal 2.000 mm. Namun, itu bervariasi secara spasial antara 500 mm dan 4.000 mm per tahun. Pada tahun 2022, curah hujan tahunan lebih dari 2.500 mm berpotensi terjadi di Sumatera, terutama di sekitar Pegunungan Bukit Barisan, sebagian Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Kalimantan, Sulawesi, dan Papua. Curah hujan tahunan kurang dari 1.500 mm berpotensi terjadi di NTB, NTT, dan Sulawesi Tengah.

Terkait distribusi hujan bulanan pada 2022, BMKG memperkirakan curah hujan selama Januari hingga Oktober secara umum akan sedikit lebih tinggi dari biasanya. Pada November dan Desember, curah hujan diprediksi sedikit lebih rendah dari biasanya. Sedangkan jika dibandingkan dengan curah hujan tahun 2021, secara umum curah hujan tahun 2022 diprediksi lebih rendah. Khusus untuk Januari, Maret, Mei, September, Oktober, dan November 2022.

Tren suhu yang lebih tinggi

Tren suhu 2022 diprediksi lebih tinggi dari rata-rata normal 26,6 derajat Celcius. Tren kenaikan suhu juga terjadi terus menerus di Indonesia. Beberapa tahun terpanas dalam catatan termasuk 2016, yang merupakan tahun terpanas dengan nilai anomali 0,8 ° C selama periode pengamatan 1981 hingga 2020. Suhu udara rata-rata tahunan pada tahun 2021 adalah 27,0 ° C dan menempati urutan ke-8 tahun terpanas dengan nilai anomali 0,4°C. Tahun 2020 dan 2019 menduduki peringkat sebagai tahun terpanas kedua dan ketiga dengan nilai anomali masing-masing 0,7° dan 0,6°C.

Meski curah hujan tahun 2022 diprediksi sedikit lebih rendah dari curah hujan tahun 2021, namun potensi bencana hidrometeorologi tetap perlu diwaspadai. Khususnya di wilayah yang diprediksi mendapat curah hujan bulanan di atas normal, seperti Sumatera bagian tengah hingga utara, Kalimantan bagian timur dan utara, Jawa bagian barat, sebagian Sulawesi, Nusa Tenggara bagian timur, Maluku, dan Papua pada Januari.

Kemudian sebagian Sumatera, sebagian Jawa, Kalimantan bagian timur, Sulawesi, Maluku bagian utara dan Papua pada bulan Februari. Terakhir, Sumatera bagian utara, Jawa, Kalimantan bagian utara, Sulawesi, Maluku, Maluku Utara, dan sebagian Papua pada bulan Maret.

Pemerintah daerah dan masyarakat harus mewaspadai, mengantisipasi, dan melakukan tindakan mitigasi untuk menghindari dan mengurangi risiko bencana hidrometeorologi. Dalam jangka panjang, pemerintah perlu mengevaluasi dan meningkatkan penataan ruang dan pengelolaan air dengan mempertimbangkan dampak dan dampak perubahan iklim, baik di tingkat global, regional maupun lokal, sebagai langkah antisipasi terhadap peningkatan frekuensi dan intensitas multi-hidrometeorologi. bencana.

Fenomena La Nina

Terkait ancaman fenomena La Nina, prediksi indeks El Nino Southern Oscillation (ENSO) oleh BMKG menunjukkan La Nina berpotensi berlanjut setidaknya hingga April 2022, dengan intensitas mencapai level sedang, diikuti transisi. ke fase netral. Pusat layanan iklim global lainnya juga memperkirakan La Nina akan berlanjut pada awal 2022, dengan intensitas lemah hingga sedang. Sementara itu, Indian Ocean Dipole (IOD) diperkirakan akan terus berada pada fase netral sepanjang 2022.

Dengan fase netral ENSO, masih perlu diwaspadai sejumlah risiko pertanian selama musim kemarau, seperti penurunan produk dan kualitas produk pertanian, perkembangan hama dan penyakit tanaman, penyerbukan yang tidak sempurna, dan pergeseran awal tanaman. musim tanam. Kewaspadaan harus terus ditingkatkan mengingat cuaca dan iklim di Indonesia begitu dinamis dengan memantau perkembangan iklim melalui informasi BMKG.

Untuk bidang kesehatan, lihat Prospek Iklim 2022, daerah dengan kondisi hujan dalam kondisi normal hingga di atas normal untuk musim hujan perlu diwaspadai peningkatan kasus demam berdarah pasca-hujan dan penyakit lain yang memiliki ketergantungan tidak langsung terhadap iklim.

Untuk sektor sumber daya air, dengan mempertimbangkan tingginya curah hujan pada musim hujan, maka perlu digunakan curah hujan yang tinggi untuk pengelolaan sumber daya air dalam jangka panjang. Terutama di bendungan multiguna besar untuk membangun ketahanan sumber daya air di musim kemarau.

Pijakan kebijakan

Di bidang perikanan dan kelautan, perlu diperhatikan dampak langsung berupa berkurangnya wilayah pesisir akibat abrasi gelombang laut dan rusaknya kawasan ekosistem pesisir akibat gelombang pasang, yang juga menimbulkan dampak tidak langsung berupa hilangnya atau berubahnya mata pencaharian masyarakat sekitar pantai. Sawah dataran rendah yang berada di wilayah pesisir juga dapat terkena dampak yang secara keseluruhan dapat mempengaruhi ketahanan pangan.

Terkait suhu permukaan laut (sea surface temperature/SML) Indonesia, pada awal tahun 2022, kondisi SML di wilayah Indonesia bagian barat diprediksi akan normal. Namun, kondisi SML di Indonesia bagian timur diprediksi masih hangat, yang akan berlangsung hingga Juli 2022.

Terakhir, gambaran iklim 2022 diharapkan dapat menjadi dasar pengambilan kebijakan pemerintah, baik pusat maupun daerah di berbagai sektor, dalam mendukung pembangunan nasional yang berkelanjutan dan tahan bencana. Semoga Allah SWT selalu melindungi Republik ini dari bencana dan mara bahaya. Selamat datang 2022.

Related Post

Indeks KebahagiaanIndeks Kebahagiaan

Tak salah ketika Badan Pusat Statistik (BPS) pada akhir tahun 2021 merilis hasil pendataan indeks kebahagiaan rakyat. Tidak jarang lembaga yang memiliki kewenangan melakukan survei dan kegiatan pendataan mengeluarkan berbagai