Shin Tae-yong Soroti Kualitas Fisik Timnas U-18

PELATIH Timnas U-18 Indonesia, Shin Tae-yong menilai kualitas fisik anak asuhnya belum stabil meski memenangi seluruh atau tiga laga uji coba di Turki. Dikutip dari laman PSSI di Jakarta, skuat berjuluk “Garuda Nusantara” itu mengalahkan Mamakoto (MMK) FC Gambia U-18 dengan skor 2-1 di Kompleks Sepak Bola Limak, Antalya, Turki.

“Secara fisik masih ada yang kurang. Saat serangan balik, fisik anak-anak belum maksimal. Namun secara bertahap mereka akan membaik, termasuk soal passing dan ‘counter attack’. Saya akan meningkatkan tim ini,” kata Shin. Sabtu (27). /11).

Sebelumnya, Indonesia mengalahkan Antalyaspor U-18 dengan skor 3-1 pada 21 November dan Alanyaspor U-18 takluk dengan skor 4-0, Rabu (24/11). Menurut Shin, dari segi gameplay, para pemain terus menunjukkan perkembangan positif.

Mereka mampu mencetak sembilan gol dari tiga pertandingan, meski dua pertandingan melawan Alanyaspor dan MMK FC Gambia dihentikan 10 menit setelah babak kedua dimulai karena cuaca buruk. Ronaldo Kwateh menonjol dalam tiga pertandingan itu dengan mencetak lima gol. Ricky Pratama menyusul setelah mencetak dua gol. “Para pemain sangat kompak dan saya ingin memuji mereka,” kata Shin.

Sementara itu, Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan berharap Timnas U-18 dapat mempertahankan dan meningkatkan performanya semaksimal mungkin. Pasalnya, skuat Garuda Nusantara akan tampil di Piala Dunia U-20 2023 saat Indonesia menjadi tuan rumah.

“Kami berharap para pemain kami dapat meningkatkan kemampuannya selama pemusatan latihan di Turki. Kami yakin jika para pemain terus meningkatkan kemampuannya, Timnas Indonesia bisa sukses di Piala Dunia U-20 2023 mendatang. PSSI terus mendukung penuh. program dari pelatih Shin Tae-yong untuk pencapaian prestasi timnas Indonesia,” kata Iriawan.

Timnas U-18 yang terdiri dari 36 pemain berada di Turki untuk persiapan Piala Dunia U-20 2023. Kegiatan ini akan selesai pada 1 Desember 2021. Piala Dunia U-20 akan digelar di Indonesia pada 2023. Turnamen yang seharusnya diikuti 24 negara itu digelar pada 2021, namun ditunda karena pandemi. (OL-8)

Related Post