Sri Mulyani Ungkap Progres Stimulus Fiskal di 5 Sektor ini

Sri Mulyani Ungkap Progres Stimulus Fiskal di 5 Sektor ini

PEMERINTAH menggelontorkan anggaran untuk kalender Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) sebesar Rp695, 2 triliun. Adapun provokasi fiskal itu dibagikan ke berbagai sektor mulai dari kesehatan mematok pemerintah daerah.

Baca juga: Negeri Perlu Percepat Penyaluran Stimulus Fiskal

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menjelaskan, progres stimulus fiskal penanganan virus korona atau covid-19 dan PEN.

Untuk sektor kesehatan, per 27 Juni 2020. realisasinya telah mencapai 4, 68%.

Baca juga: BI: Ekonomi Mulai Positif Pada Semester II 2020

“Ini karena masalah testimoni. Dokternya di mana, namanya siapa, RS-nya apa, bertugasnya mana, tersebut semua antara kehati-hatian dan sampai Juni belum semuanya mendapatkan ganjaran. Demikian juga untuk santunan yang meninggal, ” ujar Sri Mulyani dalam diskusi daring, Sabtu (27/6).

Untuk sektor pelindungan sosial, Sri Mulyani menyebut telah menunjukkan progres yang signifikan atau mencapai 34, 06%. Namun, penyerapan masih rendah khususnya di Kartu Prakerja dan BLT Dana Desa.

Baca juga: Rp3. 320 Triliun Dana Nasabah Dijamin

“Pelindungan sosial telah agak lumayan karena kita kerjakan namun ini nanti akan menjelma datanya, inklusion, ekslusion error, wilayah dan desa dalam hal tersebut semuanya akan memunculkan dinamika dengan harus tetap kita perbaiki, ” sambung Sri Mulyani.

Untuk sektoral & pemerintah daerah, Sri Mulyani mengirimkan belum terjadi pergerakan signifikan sebab dukungan dari pemda secara ijmal masih proses penyelesaian regulasi.

Baca juga: Bank Kecil Rentan Alamiah Risiko Likuiditas

“Untuk sektoral pemda masih sangat mula karena APBD masih banyak dengan harus direvisi, APBN kita sudah lakukan dengan perpres dan buat itu kemudian dimunculkan semua dokumen keuangan untuk pelaksanaannya, ” ujar Sri Mulyani.

Sektor Usaha Mikro Mungil dan Menengah (UMKM) mencatatkan jalan signifikan, di mana per keadaan ini progressnya mencapai 22, 7% karena didorong penempatan dana dalam bank Himbara sebesar Rp30 triliun.

Baca selalu: Langkah Pemerintah Tangani Dampak Covid-19 Sudah Tepat

“Kalau dilihat penyaluran untuk subsidi bunga atau restrukturisasi itu mungkin masih memerlukan akselerasi jadi bulan Juli baru akan muncul usaha kecil itu mendapatkan sumbangan bunga, ” kata Sri Mulyani.

Terkait pembiayaan korporasi, Sri Mulyani membicarakan belum ada perkembangan sedikit pun ataupun 0%. Hal ini dikarenakan masih dilakukan penyelesaian skema dukungan dan regulasi serta infrastruktur pendukung buat operasionalisasi.

Mengucapkan juga: BUMN Terdampak Pandemi Dapat Stimulus Fiskal Rp 149 Triliun

“Untuk insentif usaha dari sisi fiskal sudah 10, 14%. Wajib pajak yang eligible untuk memanfaatkan dorongan pajak tidak mengajukan permohonan serta perlu sosialisasi yang lebih massif dan melibatkan stakeholders terkait, ” tegas Sri Mulyani. (X-15)

Related Post