Tayyip Erdogan Umumkan Salat Pertama dalam Hagia Sophia

Tayyip Erdogan Umumkan Salat Pertama dalam Hagia Sophia

Presiden Turki Tayyip Erdogan mengumumkan salat mula-mula akan digelar di Hagia Sophia pada 24 Juli 2020, menyusul keputusan pengadilan yang mencabut status monumen kuno itu sebagai museum pada Jumat (10/7).

Langkah pemerintah Turki mengubah status Hagia Sophia dikritik oleh sebesar pihak, di antaranya Dewan Gereja Dunia, pemimpin spiritual Kristen Konvensional, bahkan Paus Fransiskus.

Sementara itu, UNESCO mengatakan Komisi Warisan Dunia akan meninjau kembali status Hagia Sophia dan kalau keputusan Turki itu menimbulkan pertanyaan soal dampak pada nilai universalitas sebuah situs penting yang lin batas dan lintas generasi.

Hagia Sophia, meskipun telah diubah statusnya menjadi masjid, bakal tetap terbuka bagi pengunjung sejak berbagai latar belakang agama serta siapa pun yang ingin mengunjungi bangunan menakjubkan itu. Hal itu dikemukakan oleh Kementerian Luar Negeri Turki, Selasa (14/7).

“Hagia Sophia akan terus merangkul semua orang dengan status barunya, melestarikan warisan budaya bersama umat manusia, ” kata juru bicara Kemlu Turki Hami Aksoy.

Setelah pertemuan Dewan Perkara Luar Negeri Uni Eropa (EU) pada Senin di Brussels, Aksoy menegaskan bahwa status Hagia Sophia adalah urusan dalam negeri & merupakan milik Turki, dan tidak ada yang dapat mengganggu benar kedaulatan Turki. (OL-12)

Related Post