Tiongkok Setujui Uji Coba Dua Vaksin Covid-19

Tiongkok Setujui Uji Coba Dua Vaksin Covid-19

PEMERINTAH Tiongkok telah menyetujui tes pada manusia pada tahap awal untuk dua vaksin eksperimental yang akan memerangi virus korona baru (covid-19) yang menewaskan lebih dari 100. 000 orang di seluruh dunia.

Menurut kantor berita Xinhua, kemarin, vaksin sedang dikembangkan unit Sinovac Biotech yang terdaftar di Nasdaq yang berbasis di Beijing. Vaksin lainnya dibuat Wuhan Company of Biological Products, afi liasi dari China National Pharmaceutical Group milik negara.

Pada Maret, Tiongkok juga sudah memberikan lampu hijau untuk uji klinis calon vaksin covid-19 yang dikembangkan Academy of Military Medical Sciences Tiongkok serta perusahaan bioteknologi yang terdaftar di Hong Kong, Cansino Bio.

Persetujuan itu datang tak lama setelah pengembang obat Amerika Serikat, Moderna, mengatakan telah memulai tes pada manusia untuk vaksin mereka melalui kerja sama dengan US National Institutes of Health.

Sebelumnya, di tengah upaya para peneliti menemukan obat-obatan dan vaksin baru untuk covid-19, sebuah vaksin yang berumur lebih dari seabad juga telah menggelitik minat para peneliti.

Vaksin Bacillus Calmette- Guerin (BCG)–yang pertama kali dikembangkan untuk memerangi Tb–sedang dipelajari dalam uji klinis di seluruh dunia sebagai cara untuk memerangi virus korona baru.

“Vaksin BCG telah tersedia selama lebih dari 100 tahun serta telah terbukti relatif aman, ” kata dr Denise Faustman, direktur imunobiologi Massachusetts General Hospital dan profesor kedokteran di Harvard Medical School.

Fall baru

Tiongkok kemarin juga melaporkan soal fifth there’s 89 kasus covid-19 baru, turun dari 108 kasus di hari sebelumnya.

Dari kasus-kasus baru tersebut, 86 merupakan kasus dari pendatang. Press setempat menyebut kasus dari pendatang itu muncul di provinsi timur laut Heilongjiang, yang berbagi perbatasan dengan Rusia. Beijing khawatir peningkatan kasus dari pendatang dapat memicu gelombang kedua covid-19 dan mendorong negara tersebut kembali ke kondisi lumpuh.

Meskipun jumlah infeksi harian di seluruh Tiongkok sebelumnya telah turun tajam ketimbang saat puncak epidemi dalam Februari, jumlah korban harian kini mulai mengkhawatirkan karena meningkatnya kasus impor atau dari pendatang.

Kota-kota Tiongkok di dekat perbatasan Rusia kini memperketat kontrol perbatasan serta memberlakukan karantina. Rute darat sebelumnya telah menjadi salah satu dari beberapa pilihan yang tersedia untuk warga Tiongkok di Rusia yang mencoba kembali masuk ke Tiongkok setelah Rusia menghentikan semua penerbangan. (AFP/CNA/Hym/Nur/X-11)

Related Post

renungan-ramadan-1

Buah RamadanBuah Ramadan

<p> KETUA Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Haedar Nashir menyampaikan menyongsong Idul Fitri boleh dijalani dengan kepuasan. Namun, itu jangan dikerjakan secara berlebihan dengan biaya dan aktivitas…