Tolak Karantina, Pasien Korona di Samarinda Kabur ke Rumah

Tolak Karantina, Pasien Korona di Samarinda Kabur ke Rumah

MULIA orang berstatus pasien dalam pengawasan (PDP) covid-19 di Samarinda, Kalimantan Timur menolak menjalani karantina pada RSUD Abdul Wahab Syahranie, Samarinda, Jumat (10/4)

Sejatinya, laki-laki berumur 52 tahun tersebut diwajibkan menjalani karantina di RS karena diduga ada kontak dengan sejumlah pasien cluster ijtima, Gowa, Sulawesi Selatan bulan lalu.

Kepala Bidang Pencegahan & Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan tubuh Kota, Samarinda, dr Osa Rafshodia menjelaskan, pasien tersebut menolak melaksanakan perawatan di Rumah Sakit & ingin pulang ke rumahnya, dalam Jalan Pemuda, Samarinda.

“Berdasarkan informasi pasien sempat berkecamuk dan mengancam tenaga medis secara pecahan kaca jendela, memecahkan kaca jendela, serta mendobrak pintu ruangan, ” jelasnya.

Zaman ini, kanjut Dr Osa, letak tempat tinggal pasien tersebut hendak diberlakukan karantina wilayah.

“Pasien ini diberlakukan karantina wilayah selama 30 hari, saat tersebut sudah dipulangkan tim dinkes bergandengan BPBD dan kepolisian, ” jelas dr Osa.

Tempat mengimbau masyarakat untuk berhati-hati & menerapkan karantina rumah kepada yang bersangkutan.

Pasien tersebut diketahui dikarantina sejak Rabu (8/4) setelah hasil rapid test pasti, dan diisolasi di RSUD Abdul Wahab Sjahranie, Samarinda. (OL-8).

Related Post