Wagub Minta Pengawasan Lebih Ketat Selama PSBB Transisi

Wagub Minta Pengawasan Lebih Ketat Selama PSBB Transisi

WAKIL Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria atau yang akrab disapa Ariza dalam rapat update penanganan covid-19 sekaligus membahas rencana perpanjangan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dengan dilakukan pada 2 Juni morat-marit meminta agar jajaran SKPD teliti dalam pengawasan dan monitoring selama masa PSBB Transisi agar tak terjadi peningkatan kasua covid-19.

Hal itu sebagaimana terekam dalam video rapat yang diunggah ke akun YouTube resmi Pemprov DKI pada Jumat (5/6).

“Jadi tadi saya sampaikan ini kan orang akan penuh keluar, dan orang menganggap ini pelonggaran. Saya pribadi menyebutnya tidak pelonggaran justru. Justru saya menyebutnya ya kalau pengetatan, ya lebih tinggilah. Karena begitu banyaknya karakter keluar nanti, sebenarnya potensi penyebaran kan semakin besar logikanya, ” kata Ariza.

Ia pun meminta jajaran SKPD fokus pada peningkatan tujuh indikator buat tetap bisa menekan penyebaran dan penularan virus korona selama era PSBB Transisi yang dimulai kemarin.

“Jadi sebetulnya penegakannya itu harus ditingkatkan. Apa itu? Sosialiasi ditingkatkan, tadi ada enam sektor tadi yakni, peningkatan infrastruktur, pencegahan, penanganan ditingkatkan, SDM ditingkatkan, regulasinya harus jelas, disiplin. Kepaturan warga ditingkatkan. Sosialiasi ditingkatkan. Pemindahan aparat petugas ditingkatkan. Penegakan sanksi juga ditingkatkan, ” tegasnya.

Baca juga: Terungkap, Doni Monardo Sempat Mengambil PSBB Diperpanjang

“Yasudah, kalau ini mau dua kali melanggar, sudah kita tutup biar jadi ada shock therapy. Oleh karena itu kita di sini (PSBB Transisi) nih mungkin lebih keras penegakannya dibandingkan ketika masa PSBB. Monitoring-nya evaluasinya lebih. Jadi paling tak, tujuh item ini lebih kita tingkatkan. Saya kira itu. Protokol covid-19 juga, ” tutur bekas anggota DPR RI itu.

Menurutnya dengan peningkatan pengawasan, monitoring dan sosialisasi protokol covid-19 selama PSBB Transisi, masyarakat akan sadar terkait pentingnya kedisiplinan & kepatuhan terhadap aturan.

“Jadi masyarakat tahu bahwa ini bukan pelonggaran sebetulnya. Ada kesempatan, tapi sebenarnya harus lebih peraturan, ” ungkap politikus Partai Gerindra itu. (A-2)

Related Post