Waspadai DPRD Purwakarta jadi Klaster Terakhir Covid

SPEKULASI Rapat Anggaran (Banggar) DPRD Purwakarta di Bandung menjadi klaster baru penyebaran Covid-19 mengemuka di masyarakat. Pasalnya, arahan DPRD yang positif Covid itu berbaur cukup lama dengan pengikut lainnya, termasuk Bupati Purwakarta Anne Ratna Mustika.

Situasi tersebut membuat cemas masyarakat pada sana. Namun, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Purwakarta, Deni Darmawan yakin spekulasi itu berlebihan. Menurut tempat, sidang paripurna DPRD di Purwakarta dan Rapat Anggaran DPRD dalam Bandung tidak berpotensi menjadi klaster baru penularan Covid-19 di Purwakarta, Jawa Barat.

“Saat itu daya penularan virusnya sedang kurang. Tapi untuk lebih memastikan seluruh peserta sidang paripurna dan orang yang sempat berinteraksi anggota dewan tersebut harus di swab. ” dalih Deni Darmawan, Rabu (29/7).

Diakui Deni, kabar terinfeksinya salah seorang pimpinan DPRD Purwakarta itu memang lulus mengejutkan masyarakat. Pasalnya, yang terlibat terlihat berbaur dengan anggota legislatif lain dan para pejabat daerah termasuk bupati dan wakil tumenggung saat Sidang Paripurna Istimewa di Gedung DPRD setempat.

Bupati Purwakarta Anne Ratna Mustika, jelas Deni, telah menjalani swab test untuk memastikan kondisi kesehatannya. Bupati Anne sempat dirundung resah setelah mendapat kabar jika lengah satu wakil ketua DPRD setempat ada yang terkonfirmasi positif Covid-19.

Baca juga: Pemprov DKI: Perusahaan Jangan PHK Pekerja yang Positif Covid-19

“Dalam swab test itu, Ambu Anne tidak sendiri. Ada kira-kira pejabat yang juga turut memasukkan swab test. Hasilnya sudah keluar. Ambu Anne dinyatakan negative terpapar covid-19, ” ungkap Deni.

Dikatakan Deni Darmawan, Tim dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Purwakarta, masih melakukan pencarian terhadap orang-orang yang sempat berinteraksi dengan pasien. Deni mengaku belum mengetahui penyebab dan kronologi transmisi Covid-19 terhadap Wakil Ketua DPRD berinisial W dari Fraksi PDI Perjuangan ini. (OL-13).

Related Post