Weekend

weekend-1

DI masa depan, manusia barangkali bisa tinggal dan bermukim dalam Planet Mars. Langkah ke arah itu, setidaknya mulai terlihat ketika baru-baru itu wahana penjelajah Perseverance milik NASA, berhasil menciptakan oksigen dari kandungan CO2 di planet tersebut.

Salah satu misi Perseverance selain mencari tanda-tanda kehidupan purba dan sampel batuan dalam Mars adalah melakukan penelitian sains, termasuk eksperimen mengubah sumberdaya CO2 menjadi oksigen atau yang biasa dikenal MOXIE.

Buat uji coba eksperimen itu, Perseverance telah membawa sebuah instrumen kecil berbentuk kotak yang dapat menghasilkan oksigen dengan teknologi elektrolisis. Selama pengujian pertama di Satelit Merah dalam satu tanda MOXIE dapat mengubah kandungan CO2 yang ada pada Mars menjadi 5, 4 gram senyawa oksigen dengan dapat digunakan menunjang kesibukan para astronaut di zaman depan.

Untuk batas optimal dari gawai MOXIE ini dapat menghasilkan oksigen hingga 12 gram per jam, atau kira-kira 288 gram per hari. Sementara itu kebutuhan oksigen rata-rata yang dikonsumsi oleh para astronaut di Tumpuan Luar Angkasa ISS pada setiap harinya adalah 840 gram O2.

“Ini adalah langkah penting perdana untuk mengubah karbon dioksida menjadi oksigen di Mars yang dapat kami lakukan, ” papar Jim Reuter yang merupakan perwakilan dibanding NASA, seperti dilansir sebab dailymail. co. uk, Kamis (22/4).

Demonstrasi teknologi MOXIE ini dilaksanakan oleh Perseverance pada keadaan Selasa (20/4) lalu, & versi instrumen eksperimental MOXIE di masa depan ini diharapkan dapat membuka berkepanjangan bagi eksplorasi manusia ke Planet Mars.

Selain diperlukan bagi para-para astronaut untuk bernapas, oksigen juga dibutuhkan dalam metode pembakaran bahan bakar peluru, demikianlah pernyataan dari pengkaji utama MOXIE, Michael Hecht dari MIT Haystack Observatory.

“Untuk memanas-manasi bahan bakarnya, roket memerlukan oksigen berkali-kali lipat lantaran beratnya. Untuk mengorbitkan balik empat astronaut dari permukaan Mars dalam misi era depan misalnya, akan memerlukan 15. 000 pon (6. 800 kg) bahan menjilat roket dan 55. 000 pon (24. 950 kg) oksigen, ” jelas Hecht.

“Sementara para-para astronot selama satu tarikh di permukaan Mars agak-agak akan menghabiskan sekitar dua. 200 pon (997 kg) oksigen untuk mereka bernapas, ” imbuhnya.

Mesin MOXIE generasi perdana ini dibuat dengan benih tahan panas menggunakan material nikel yang dapat mentolerir suhu panas 1. 470 derajat Fahrenheit (800 Celsius). MOXIE juga memiliki lapisan emas tipis dibeberapa bagiannya untuk memastikan agar tidak memancarkan panas dan membahayakan para penjelajah yang mengoperasikannya.

Mesin yang didesain oleh sekelompok ilmuwan dari Massachusetts Institute of Technology ini juga memiliki julukan ‘pohon mekanis’, karena kemampuannya untuk memecah molekul CO2 menjadi O2 dengan menggunakan reaksi kimia dan tenaga listrik.

Keberadaan mesin ini serupa telah membuka jalan untuk kemungkinan inisiasi misi penjelajahan Mars berawak di zaman depan. “Uji coba perdana MOXIE adalah langkah ke arah yang benar buat membawa kita lebih dekat ke kemungkinan misi pribadi ke Mars, ” mengakhiri Jeffrey Hoffman, profesor pengamalan di Department of Aeronautics and Astronautics MIT dengan juga terlibat dalam pengerjaan mesin tersebut. (M-4)

Related Post